Ada beberapa perbedaan antara Adaptor dan Spacer? Mana yang lebih sesuai digunakan saat PCD pelek Anda tidak sesuai dengan standar mobil Anda.

Adaptor vs Spacer

 
Adaptor vs Spacer

Ada beberapa perbedaan antara Adaptor dan Spacer? Mana yang lebih sesuai digunakan saat PCD pelek Anda tidak sesuai dengan standar mobil Anda.

Saat PCD pelek tidak akur dengan yang dimiliki mobil Anda. Maka, saat itulah dibutuhkan ‘mak comblang’ untuk menjembatani keterbatasan tersebut.

“Peranti yang menjembatani permasalahan tersebut bisa menggunakan spacer dan adaptor,” terang Widodo Teguh dari Prorock Engineering, Surakarta. “Namun kedua peranti ini merupakan dua hal yang berbeda. Spacer dapat dikatakan sebagai pengganjal yang disisipkan antara pelek dan perangkat roda,” jelas pria yang akrab disapa Thole ini.

Spacer memiliki keterbatasan, lantaran memiliki tebal maksimal untuk bisa dijangkau oleh panjang baut roda. Biasanya tebal maksimal dari spacer ini berkisar 0,5 -1 cm.

Namun jika menginginkan mak comblang yang ukurannya lebih tebal maka bisa menggunakan perangkat yang biasa disebut dengan adaptor atau adapter. “Peranti ini memiliki tebal antara 1.5 hingga 5 cm. Perbedaan antara keduanya cukup signifikan. Adaptor memiliki baut sendiri yang dipergunakan untuk mengikat pelek. Sedangkan baut bawaan kendaraan dipergunakan untuk mengikat adaptor,” perinci pria yang bergelut dalam bidang modifikasi off-road dan hot rod ini.

Widodo mengatakan bahwa yang paling penting dari adaptor adalah dibuat dari material yang baik (alumunium atau besi) dan wajib presisi.

“Kelebihan adaptor dibandingkan dengan spacer biasa adalah, bisa mengganti PCD sesuai dengan pelek yang kita inginkan. Bahkan ada juga yang bisa mengkonversi jumlah baut semisal dari jumlah baut 5 menjadi 6 atau sebaliknya.

 

 
Related
Updates

otodriver.com