Crumple zone dibuat untuk menyerap benturan, meski tampilan ringsek, orang dalam kabin selamat.

Berkat Crumple Zone, Terios Ini Remuk, Namun Aman

 
Berkat Crumple Zone, Terios Ini Remuk, Namun Aman

Crumple zone dibuat untuk menyerap benturan, meski tampilan ringsek, orang dalam kabin selamat.

Beberapa waktu silam, tersebar foto-foto kecelakaan besar yang dialami oleh All New Daihatsu Terios berplat nomor Riau, yang terjadi di daerah Sumatera Barat.

Tampak bagian depan SUV gress ini, hancur nyaris tak berbentuk. Melihat dari kondisi tersebut, mobil mengalami kerusakan yang cukup parah dan sangat kecil kemungkinan untuk bisa diperbaiki.

Apakah ini merupakan sebuah kegagalan konstruksi dari mobil tersebut dalam menghadapi tabrakan? Mobil yang hancur lantas dianggap ringkih? Kami justru berpendapat sebaliknya.

Tanpa bermaksud untuk mengunggulkan produk tersebut, kami menganggap bahwa SUV tersebut justru menunjukkan faktor safety dengan konstruksi kabin yang baik paskatabrakan. Pintu dapat terbuka dengan baik dan mesin tidak melesak ke dalam kabin.

Bagian bonnet Terios hancur 
Ke empat pintu masih bisa dibuka paska tabrakan

Keberhasilan ini tak lepas dari kontruksi crumple zone yang bekerja optimal.

Crumple zone merupakan konstruksi atau struktur yang dirancang sedemikian rupa agar dapat meredam dan menyerap gaya kinetik yang terjadi pada saat terjadi tabrakan. Tujuan utamanya, agar energi benturan tidak diteruskan ke dalam kabin dan tetap membuat penumpang di dalam kabin aman.

Supaya mampu menyerap energi benturan, maka beberapa bagian dari kendaraan tersebut justru dibuat rapuh agar mampu menyerap energi kinetik yang terjadi pada saat tabrakan.

Oleh sebab itu, kendaraan dengan crumple zone akan mengalami kerusakan berat saat mengalami tabrakan. Namun penumpang di dalamnya terlindungi dari luka fatal akibat kecelakaan.

Konsep peredam energi kinetik ini ditemukan pertama kali oleh Béla Barényi seorang berkebangsaan Austria di 1937 dan dipatentkan pada 1941. Diketahui bahwa insinyur ini kemudian bekerja di Mercedes-Benz pada  tahun 1952 dan menuangkan konsepnya ini pada Mercedes-Benz W120 sebagai ujicoba pada tahun 1953.

Three Pointed Star kemudian mengaplikasikan teknologi ini pada tahun 1959 tepatnya pada sedan W111 ‘fintail’.

Teknologi crumple zone kini telah menjadi bagian dari bisnis otomotif  dan mengalami perkembangan dari masa ke masa. Namun konsep dasarnya sama yakni menghadirkan zona serap benturan dan keselamatan penumpang menjadi prioritas utamanya.

Mercedes-Benz W120 ponton dipergunakan sebagai ujicoba
Bagian bodi dibuat rapuh supaya bisa menyerap energi benturan

 

 

 

 
Related
Updates

otodriver.com