Berkat fitur immobilizer, salah satu negara di Eropa berhasil mengurangi angka pencurian mobil hingga 40%.

Fungsi dan Cara Kerja Immobilizer

 
Fungsi dan Cara Kerja Immobilizer

Berkat fitur immobilizer, salah satu negara di Eropa berhasil mengurangi angka pencurian mobil hingga 40%.

Immobilizer belakang hadir sebagai kosa kata baru yang sering terdengar sebagai perangkat baru dalam industri kendaran bermotor di Indonesia.

Bahkan kini penggunaannya tak hanya sebatas pada kendaraan roda empat saja, namun mulai merambah pada kendaraan roda dua.

Tujuan pabrikan menyertakan immobilizer pada produknya tak lain sebagai sistem perangkat keamanan pada kendaraan. Perangkat immobilizer ini berkerja secara elektronik untuk mencegah mesin menyala apabila mobil dikontak dengan menggunakan kunci yang tidak semestinya.

Namun demikian sebaliknya, apabila dikontak dengan menggunakan kunci yang benar maka sistem ini akan memberikan izin untuk menyalakan mesin.

Sistem pada immobilizer bekerja dengan mengandalkan transponder chip yang ada pada kunci mobil yang akan berkomunikasi dengan transponder qoil, transponder amplifier, transponder key ECU (electronnic control unit) dan akhirnya bermuara pada ECU mesin.

Apabila kode yang terdapat pada transponder kunci sesuai dengan yang ada di rumah kunci dan komputer mobil maka mesin dapat dinyalakan. Namun bila terjadi ketidak cocokan, maka mesin tidak akan nyala.

Sebuah penelitian di Inggris mengatakan bahwa kehadiran immobilizer ini mampu menekan tingkat pencurian mobil sebesar 40%.

Terbukti cukup efektif menangkal kejahatan pencurian kendaraan, maka pada 1998, semua mobil baru yang dijual di Jerman, Inggris, dan Finlandia wajib menyertakan immobilizer pada produk yang dijualnya.

 
Related
Updates

otodriver.com