Selain menunjang kenyamanan, tekanan angin ban berkaitan erat dengan keselamatan dan besaran konsumsi bahan bakar. Seperti apa seharusnya tekanan angin ban pada kendaraan?

Inilah Seharusnya Tekanan Angin Ban Yang Baik

 
Inilah Seharusnya Tekanan Angin Ban Yang Baik

Selain menunjang kenyamanan, tekanan angin ban berkaitan erat dengan keselamatan dan besaran konsumsi bahan bakar. Seperti apa seharusnya tekanan angin ban pada kendaraan?

Ada tiga kondisi yang berkaitan dengan ukuran tekanan angin ban. Pertama adalah ukuran normal/ideal, kedua adalah under inflation dan ketiga, over infation.

Kondisi normal adalah kondisi tekanan angin ban sesuai kebutuhan dan spesifikasi kendaraan.

“Pada tekanan ini ban bekerja dengan optimal baik pada kualitas cengkeramannya maupun durability-nya,” jelas Aries Abdullah Bussines Support dari PT Gajah Tunggal, produsen ban GT Radial. “Tekanan angin ban normal, merupakan tekanan yang diharuskan pada sebuah mobil. Untuk melihat tekanan ideal dari masing-masing mobil, bisa dilihat pada pilar pintu,” tuturnya.

Sementara dua tekanan lainnya adalah ukuran tekanan ban yang tidak normal.

Baik under inflation maupun over inflation akan menimbulkan kerugian dan tidak dianjurkan untuk dipergunakan di jalan raya.

“Keduanya memiliki potensi untuk menimbulkan kerusakan pada ban dan berpotensi terjadi kecelakaan,” sambung Aries.

Berikut ini adalah dampak dan kerusakan yang akan ditimbulkan oleh under inflation (kurang tekanan angin ban) dan over inflation (kelebihan tekanan angin ban)

Under Inflation

Tekanan ban kurang akan membuat keausan ban di bagian bahu dan membuat kendaraan melaju lebih berat. Akibatnya konsumsi BBM menjadi lebih banyak dibandingkan tekanan ban normal.

Berdasarkan riset Departemen Energi di AS, setiap penurunan ban 1 psi (pound per square inch) akan menaikkan konsumsi BBM sebanyak 0,4%.

Ban dengan ukuran angin seperti ini akan cepat rusak pada bagian dinding (sidewall).

Over inflation

Tekanan ban yang berlebihan akan membuat keausan ban di bagian tengah. Lebar telapak ban juga semakin sempit, sehingga daya cengkeram juga berkurang. 

Hal ini menyebabkan mobil jadi susah dikendalikan. Ban dengan tekanan berlebih ini akan cepat rusak dan mudah meledak jika menabrak lobang.

Mungkin saja pemakaian bahan bakar jadi lebih irit namun perlu diingat bahwa hal risiko terjadinya kecelakaan lebih besar.

 
Related
Updates

otodriver.com