Intermitten, membuat kerja wiper bisa disesuaikan dengan intensitas air yang menerpa kaca. Siapa menyangka temuan ini berawal dari kekesalan seorang penemu saat melaju ketika hujan rintik.

Intermittent, Fitur Pada Wiper Ini Tercipta Dari Rasa Jengkel

 
Intermittent, Fitur Pada Wiper Ini Tercipta Dari Rasa Jengkel

Intermitten, membuat kerja wiper bisa disesuaikan dengan intensitas air yang menerpa kaca. Siapa menyangka temuan ini berawal dari kekesalan seorang penemu saat melaju ketika hujan rintik.

Salah satu fitur pada wiper, adalah intermittent, ditandai tulisan ‘INT’ pada tuas atau tombol wiper. Fitur ini memberikan pilihan pengaturan jeda sapuan wiper di kaca.

Dengan adanya intermittent, wiper akan bekerja sesuai intensitas rintik hujan pada kaca. 

Apa yang mendasari adanya fitur ini pada wiper? Peranti ini diciptakan Robert Kearns dalam menemukan mode intermittent pada mobilnya.

Suatu hari di akhir tahun 1963, Kearns mengendarai Ford Galaxienya menembus hujan rintik. Ia jengkel dengan gerakan konstan pada wiper menjadi terlalu cepat, padahal rintik air yang menerpa kaca masih sedikit.

Sebagai seorang penemu, terlintas dalam pikirannya untuk membuat suatu fitur yang bisa memiliki jeda saat menyapu kaca, sesuai intensitas air hujan.

Walaupun ditemukan oleh orang Amerika, namun fitur ini tidak lantas menjadikan produk Amerika sebagai pengguna pertamanya. Citroen SM, asal Prancis malah menjadi mobil pertama yang menggunakan mode intermittent sebagai fitur standar pada tahun 1970.

Awalnya intermittent hanya memiliki satu jeda waktu saja, sekitar 5-6 detik. Belakangan, terdapat penyetel waktu yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai tiap 2 detik, 4 detik, hingga 6 detik sekali. 

 
Related
Updates

otodriver.com