Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi karena ketidakpahaman pengguna girboks matik mengoperasikan transmisinya. Berikut cara-cara terbaik agar mobil matik Anda tetap irit dan jauh dari kerusakan

Ketahui Cara Terbaik Menggunakan Mobil Bertransmisi Otomatik

 
Ketahui Cara Terbaik Menggunakan Mobil Bertransmisi Otomatik

Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi karena ketidakpahaman pengguna girboks matik mengoperasikan transmisinya. Berikut cara-cara terbaik agar mobil matik Anda tetap irit dan jauh dari kerusakan

Transmisi otomatis semakin banyak digemari. Namun, banyak kejadian yang menggambarkan bahwa kehadiran transmisi pintar ini tidak diikuti dengan pengetahuan mengenai cara perlakuan yang benar mengenai girboks yang mengandalkan kekuatan fluida ini.

Ketidaktahuan penggunaan akan berakibat pada penggunaan bahan bakar yang boros, keausan bahkan kerusakan.

Kebanyakan orang hanya mengandalkan posisi D dalam menjalankan kendaraannya dan tidak mengindahkan posisi gigi maju lainnya seperti posisi 1-2 ataupun L. Padahal kehadiran posisi-posisi ini apa maksudnya yakni memberikan pilihan gigi yang dengan perbandingan lebih kasar.

“Posisi D merupakan mode yang mampu memberikan ragam kombinasi rasio gir, namun pada suatu ketika mode ini tidak efektif untuk kondisi segala medan. Jika sudah demikian kita dapat menggunakan posisi gir lainnya.” ungkap Suparno dari Putra Magetan Transmission di bilangan Jatiwaringin Pondok Gede.

Kesalahan terbesar dari penggunaan D adalah menggunakannya tidak sebagaimana mestinya. “Bagaimana pun juga kita harus paham penggunaan mode pada girboks matik supaya peranti tersebut optimal, awet dan juga mobil irit bahan bakar,” sambungnya.

Saat menemui posisi jalan yang menanjak terjal, sebaiknya segera posisikan pada gir yang lebih kasar yakni 1 atau L. Tujuannya supaya posisi gir hanya terkunci pada gir terendah (memiliki rasio terkasar) saja tanpa ada kesempatan pemindahan gir yang lebih tinggi yang disebabkan putaran mesin yang lebih tinggi.

Demikian sebaliknya, jika menemui turunan tajam posisikan tuas transmisi pada gir 1 atau L. Hal ini bertujuan supaya tetap ada engine brake dan membantu handling kendaraan supaya tidak meluncur ke bawah. Hal ini pun membantu kerja rem menjadi lebih ringan sehingga unit rem tidak bekerja dalam temperatur berlebihan karena terjadinya gesekan.

Kesalahan lain dari penggunaan gir D adalah saat memposisikan D terus menerus pada saat berhenti, khususnya saat macet. Kondisi ini menyebabkan kopling lebih cepat aus dan juga terjadi overheat pada transmisi.

Perhatikan waktu penggunaan transmisi. Setidaknya jangan menahan girboks pada posisi D lebih dari tiga menit. Posisikan segera ke N jika jalanan tak kunjung bergerak juga. Namun perlu diingat juga bahwa jangan terlalu rajin untuk memposisikan ke N karena akan berdampak kerusakan pada seal oli transmisi karena seringnya terjadi perubahan tekanan oli.  

 
Related
Updates

otodriver.com