Sampai saat ini sebagian besar merek Amerika masih mempertahankan nyala merah pada lampu sein belakang. Bagaimana dengan merek lain?

Sejarah Warna Lampu Sein

 
Sejarah Warna Lampu Sein

Sampai saat ini sebagian besar merek Amerika masih mempertahankan nyala merah pada lampu sein belakang. Bagaimana dengan merek lain?

Saat ini jamak kita temui pedar sinar lampu sein berwarna jingga atau kuning. Namun, awal penggunaan lampu sein jingga justru diawali oleh beberapa pabrikan asal Eropa seperti Mercedes-Benz di pertengahan tahun 50-an.

Sebelum tahun 60-an, umumnya lampu sein depan berwarna putih dan lampu sein belakang berwarna merah.

Pada tahun 1963, regulasi mengenai penggunaan lampu sein jingga pada bagian depan mulai diberlakukan. Hasil beberapa penelitian saat merekomendasikan untuk mengganti pendar lampu putih dengan warna jingga. Alasan logisnya adalah warna lampu jingga lebih mudah dilihat dibandingkan dengan warna lampu sein putih.

Namun tidak demikian pada lampu belakang. Bahkan hingga saat ini masih terdapat pro dan kontra tentang penggunaan lampu sein berwarna jingga (atau amber, dalam sebutan versi Amerika Utara).

Kanada dan Amerika Serikat saat ini masih masih melegalkan warna sein belakang merah.

Sejauh ini, peraturan mengenai penggunaan lampu sein jingga tidak memberikan manfaat yang signifikan dibandingkan dengan lampu sein berwarna merah. Bahkan ada yang mengatakan bahwa warna lampu merah ini sudah menjadi signature bagi produk-produk mobil Amerika.

Di tahun 1960, ada penelitian yang mengatakan bahwa sinar lampu jingga lebih cepat ditangkap mata daripada warna merah.

Sebuah studi yang dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di AS pada tahun 2008 kembali menguatkan hasil penelitan di atas. 

Hasilnya bahwa lampu jingga 28% lebih mudah didentifikasi dibandingkan lampu merah. Lebih jauh lagi, pada 2009 NHTSA memberikan rekomendasi bahwa lampu dengan warna hasil campuran kuning dan hijau itu, lebih baik digunakan pada lampu sein dibandingkan dengan warna merah.

Namun entah mengapa produsen otomotif AS masih mempertahankan pada produk-produk GM, Ford dan Chrysler yang dipasarkan di sana,  terutama untuk kendaraan pikap masih teguh memegang tradisi ini.

 
Related
Updates

otodriver.com