Di Indonesia, tow bar berevolusi menjadi perangkat aksesoris lainnya. Dari yang hanya fungsinya untuk menarik gandengan, kini bisa diaplikasikan sebagai rak pengangkut sepeda.

Tow Bar : Bukan Sekadar Hiasan, Apalagi Pengganti Bumper

 
Tow Bar : Bukan Sekadar Hiasan, Apalagi Pengganti Bumper

Di Indonesia, tow bar berevolusi menjadi perangkat aksesoris lainnya. Dari yang hanya fungsinya untuk menarik gandengan, kini bisa diaplikasikan sebagai rak pengangkut sepeda.

Bagi pengguna SUV, kehadiran tow bar atau dikenal juga sebagai tow hitch bukanlah menjadi hal yang asing. Namun sebenarnya perangkat ini bukan melulu menjadi dominasi SUV.

Sedan atau bahkan city car pun wajar ditemui menempelkan peranti ini pada bagian buritannya. Tujuannya bukan untuk menarik gandengan, trailer (anhang), tetapi sebagai dudukan tatakan sepeda, misalnya.

Sesuai dengan namanya, kegunaan dasar tow bar tak lain merupakan tempat bertautnya towing hook. Perangkat ini cukup familiar di beberapa negara yang memiliki tradisi menarik caravan ataupun gandengan yang kuat seperti Eropa, Amerika ataupun Australia.

Bentuk rancangannya pun berbeda-beda. Biasanya  mobil Eropa khususnya Jerman ataupun Inggris menggunakan tow bar dengan kait berbentuk huruf J yang terbuat dari besi cor.

Sementara untuk Amerika menggunakan model tow hook dengan model bola atau tow ball. Jika difungsikan sebagai tempat angkut sepeda, maka bagian tow hook inilah yang diganti dengan perangkat hitch bicycle rack.

Ujung Tow hitch bisa digunakan sebagai bicycle rack

 

Jika diperhatikan muncul trend pengunaan tow bar di Indonesia. Tak hanya pada kendaraan SUV namun juga dipasangkan pada kendaraan angkutan niaga.

“Hampir semua mobil yang dipasangi tow bar menggunakan jenis tow bar bergaya Amerika. Semua itu tak lain mengacu pada bentuk tow bar besutan Mopar yang nempel pada XJ Cherokee,” tutur Widjoyo Andriarko dari Steel Smith Workshop. “Selain itu bentuk inilah yang paling mudah dicontek dan dikembangkan untuk aplikasi mobil lain,” sahut lelaki yang disapa Angko itu.

Tow bar yang terpasang pada Land Rover Discovery
Tow bar bergaya Eropa

Lewat jenis tow bar dengan bentuk seperti inilah, tumbuh berbagai merek lokal yang turut berkompetisi dengan produk branded lansiran Mopar ataupun ARB.

Bahkan mengikuti pasar aftermarket Indonesia yang unik, Tow bar pun ikut berevolusi posisinya menjorok jauh ke luar bodi bagian belakang.

“Awalnya hal ini terjadi pada pengguna Fortuner ataupun Pajero Sport, karena apabila ditempatkan di bagian dalam akan bermasalah dengan ban serep dan juga knalpot,” tutur Yadi dari Nectar Works banyak memproduksi towing bar hasil holomogasi selera pasar Indonesia ini.

“Jika melihat dari perilaku pasar, jenis towing bar ‘tonggos’ ini justu lebih banyak diminati. Besarnya permintaan towing bar dengan panjang berlebihan ini cukup menggelitik karena bertambah fungsi sebagai bumper yang menjaga mobil dari tabrakan belakang terlebih yang dilakukan sepeda motor,” kekehnya.

“Bahkan belakang ini yang sangat laku justru tow bar hybrid, alias tow bar ‘tonggos’ yang berubah menjadi extended bumper sepenuhnya,” sahud Angko.

Bagaimanapun juga lepas benar atau salah penggunaan tow bar di Indonesia. Tidak salah jika dikatakan melenceng dari fungsi dasarnya, namun Carreview.id lebih memilih untuk mengganggapnya sebagai bentuk inovasi pasar.

 

 

 
Related
Updates

otodriver.com