Perkembangan teknologi memang tiada henti. Mobil dengan alternatif sumber daya pun bermunculan, seperti yang dipamerkan pada GIIAS 2017 kali ini. Mobil elektrik maupun hybrid dari berbagai produsen.

GIIAS 2017 : Mengenal Jajaran Mobil Listrik Dan Hybrid di GIIAS

 
GIIAS 2017 : Mengenal Jajaran Mobil Listrik Dan Hybrid di GIIAS

Perkembangan teknologi memang tiada henti. Mobil dengan alternatif sumber daya pun bermunculan, seperti yang dipamerkan pada GIIAS 2017 kali ini. Mobil elektrik maupun hybrid dari berbagai produsen.

Sejumlah Agen Pemegang Merek berlomba-lomba menghadirkan mobil listrik saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Mobil masa depan ini ditenggarai sebagai jawaban atas semakin berkurangnya energi minyak di dunia, termasuk Indonesia.

Bersumber dari Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) yang dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat (11/8) lalu, menyebutkan bahwa untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia memerlukan tunjangan dari pemerintah dan kementerian perindustrian dalam memberikan kemudahan dan aturan-aturan yang baik terhadap mobil listrik.

Saat ini pemerintah telah merencanakan program untuk menyediakan tenaga listrik, selanjutnya di setiap lima tahun pemerintah setidaknya akan membangun 35.000 megawatt.

Alhasil pada nantinya tenaga listrik dapat memadai kebutuhan listrik bagi 400 ribu mobil listrik yang ditargetkan akan diluncurkan pada tahun 2025.

Menyikapi hal tersebut di atas, pengamat industri otomotif, Bebin Djuana merasa optimis banyak Agen Pemegang Merek yang saat ini hadir di GIIAS 2017 sudah bersiap diri melangkah pada mobil masa depan berbasis tenaga listrik.

“Persiapan infrastruktur, termasuk layanan purnajual juga tidak seberat mempersiapkan segala hal untuk kendaraan berbahan bakar gasoline atau pun solar,” jelas Bebin yang kerap didaulat menjadi pembicara di sejumlah media radio dan cetak ini.

Masih menurut Bebin lagi, perlunya kesiapan lebih ekstra justru harus dilakukan pemerintah dalam menyediakan infratruktur cadangan listrik nasional. Ada benarnya, namun masih ada alternatif lain supaya mobil bisa memiliki 'sumber daya listrik mandiri', seperti mobil hybrid, sementara persiapan tersebut dilakukan.

“Termasuk kebijakan insentif pajak untuk mobil listrik agar para APM berlomba lomba menghadirkan kendaraan tersebut sesuai target pemerintah di tahun 2025,” jelasnya lagi.

Pada gelaran yang bertempat di ICE, BSD City, sejumlah APM sudah memperlihatkan geliatnya menampilkan mobil berbasis tenaga listrik. Bahkan sebagian sudah dijual ke masyarakat dalam bentuk mobil Hybrid.

Nah, apa saja mobil-mobil listrik dan hybrid yang memeriahkan pameran GIIAS 2017? Langsung saja Anda simak pemaparan berikut ini.

BMW

Di booth BMW Anda akan menemukan BMW i3 yang memulai babak baru di bidang electro mobility BMW. Mobil ini merupakan model produksi pertama dari BMW Group yang beroperasi penuh menggunakan tenaga listrik.

BMW i3 hadir dengan desain visioner, arsitektur kendaraan yang revolusioner, kenikmatan berkendara khas BMW, konektivitas inovatif, dan karakter premium yang berorientasi masa depan. Kendaraan urban ini merupakan hasil riset dan pengembangan mendalam project BMW i.

Kendaraan ini merupakan kendaraan premium pertama yang didesain untuk menggunakan tenaga listrik secara utuh. Oleh karena itu, bebas dari emisi gas buang dan membawa sejumlah kelebihan termasuk BMW LifeDrive Architecture, teknologi BMW eDrive, sistem penggerak roda belakang, dan desain ringan.

BMW i3 yang hadir di GIIAS 2017 membawa kapasitas baterai listrik yang lebih mumpuni sebesar 94Ah (34 kWh) dan dilengkapi mesin ringkas yang dapat digunakan sebagai penambah jarak tempuh (REx).

Menurut klaim pabrik, mobil ini mampu menempuh jarak 330 km. Jarak ini terbagi menjadi 180 km dalam bentuk mode full elektrik dan 150 km jarak tambahan yang dihasilkan oleh daya mesin.

MERCEDES-BENZ

Berikutnya adalah Mercedes-Benz yang membawa E350e sebagai display car. Kendaraan ini menggabungkan mesin bensin dengan mesin Hybrid, sehingga kelebihannya bisa full mode listrik atau mode Hybrid tergantung kebutuhan sesuai dengan kondisi perjalanan.

Ada e-mode full listrik, e-save yang bisa mempertahankan kondisi baterai, charger untuk mengisi baterai dengan bantuan mesin bensinnya. Untuk charge dari 0 dengan soket biasa butuh waktu 3 jam sampai full, bisa jalan sampai 33 km.

Namun, tentunya kelebihan kemewahan dan kenyamanan khas Mercy dikombinasikan dengan teknologi yang bersahabat dengan lingkungan, bisa menjadi pertimbangan. Nah, klaimnya emisi gas buang 57g CO2/km dan konsumsi bensinnya 1 liter untuk 40 km.

TOYOTA

Salah satu APM yang memamerkan teknologi ramah lingkungan adalah PT Toyota Astra Motor. Dengan mengandalkan teknologi hybrid, terdapat beberapa varian yang dipajang oleh Toyota, yaitu Toyota Camry Hybrid, Alphard Hybrid, Prius Hybrid, dan C-HR Hybrid.

Tetapi, varian yang dipasarkan untuk publik adalah Toyota Alphard Hybrid dan Camry Hybrid. Lantas bagaimana kah cara kerja mesin hybrid pada mobil Toyota?

Ambil contoh pada Toyota Camry, mobil ini dilengkapi dengan mesin bensin berkode 2AR-FXE 2.500 cc 4 silinder bertenaga 156 dk serta torsi 204 Nm. Mesin bensin ini berpadu dengan sebuah motor elektrik yang mampu menghasilkan tenaga 142,7 dk  dan torsi 267 Nm serta menyalurkan seluruh tenaganya ke roda depan.

Cara kerjanya adalah baterai akan terisi daya di saat mobil melakukan deselerasi dan pengereman. Di samping itu, pengisian baterai juga dapat dilakukan di saat mesin konvensionalnya bekerja.

Lalu, kapan motor elektrik bekerja? Motor elektrik akan bekerja disaat mobil berada di bawah kecepatan 60 km/jam dan tidak dilakukan akselerasi full throttle.

Sedikit terdapat perbedaan pada Toyota Alphard Hybrid, meski sama-sama menggunakan mesin bensin berkode 2AR-FXE dengan tenaga sebesar 156 dk dan torsi  204 Nm, ternyata cara kerja motor elektriknya berbeda.

Jika Toyota Camry Hybrid hanya menggunakan satu buah motor elektrik, dan berpenggerak roda depan, mobil ini memiliki sistem penggerak empat roda dan menggunakan dua motor listrik untuk penggerak roda belakang. Kombinasi mesin hybrid ini membagi tenaga ke depan sebesar 142, 7 dk dan belakang sebesar 68 dk.

Meski memiliki mekanisme yang berbeda, baik C-HR, Prius, Camry, dan Alphard ini memiliki cara kerja yang sama. Pastinya lagi, bila dibandingkan dengan Camry dan Alphard biasa, maka secara efisiensi bahan bakar dan ramah lingkungan akan lebih baik yang model hybrid.

Menyoal harga, untuk Toyota Camry Hybrid dijual Rp 780 juta, sedangkan untuk Alphard Hybrid dibanderol Rp 1,419 miliar.

NISSAN

Di jajaran Nissan, ada hatchback berlabel Note e-Power yang diluncurkan tahun lalu di Jepang. Cara kerjanya juga sejenis dengan Hybrid lainnya.

Sejatinya kendaraan ini menggunakan pemindah daya atau drivetrain listrik yang didukung oleh baterai dan dapat diisi ulang oleh mesin bertenaga bensin yang menggantikan fungsi dari alat pengisi daya baterai eksternal.

Sistem penggerak e-Power berasal dari teknologi kendaraan listrik Nissan yang sudah menerima penghargaan serta terlaris di dunia yang ditanamkan pada mobil listrik Nissan, seperti LEAF, dengan penjualan lebih dari 277.000 unit sejak tahun 2010.

Sama dengan LEAF, sistem Nissan e-POWER menggerakkan roda kendaraan menggunakan motor listrik yang juga didukung oleh baterai lithium-ion on-board.

Namun, tidak seperti kendaraan listrik biasa, teknologi Nissan e-Power tidak membutuhkan charger eksternal, melainkan menggunakan mesin bensin berukuran kecil untuk mengisi daya baterai ketika mobil sedang dikendarai.

Mesin bensin tidak menggerakan roda kendaraan dan beroperasi hanya jika dibutuhkan, melalui sistem kerja seperti ini menghasilkan efisiensi bahan bakar yang optimal.

Bila dibandingkan dengan BMW i3, Camry Hybrid, atau Alphard Hybrid, tentunya bukan sekelas bagi Note e-Power. Tapi boleh diadu dengan Toyota Yaris atau Honda Jazz, maka Nissan Note e-Power akan jauh lebih ramah lingkungan dan lebih efisiensi bahan bakar.

Selain itu sebenarnya Nissan juga memboyong Nissan BladeGlider yang merupakan mobil sport listrik 3 kursi revolusioner, tapi kemungkinan tidak akan diproduksi secara missal layaknya Note e Power.

MITSUBISHI

Untuk kendaraan niaga jenis truk, Mitsubishi Fuso di Indonesia memboyong truk listrik eCanter yang pertama kali dipamerkan di Jepang pada Mei 2017. Debut eCanter tersebut bersamaan dengan diperkenalkannya stasiun pengisian daya truk listrik pertama di Jepang oleh Mitsubishi Fuso.

Nah, eCanter adalah truk listrik pertama yang diproduksi secara massal di dunia. Sementara di GIIAS 2017 sendiri, eCanter dipertunjukan pada khalayak untuk kali pertama di Indonesia.

Melihat sosoknya, eCanter memiliki enam baterai ion-lithium bervoltase tinggi. Dimana peranti tersebut mumpuni menyalurkan tenaganya ke motor listrik synchronous permanen. Dayanya sendiri bisa mencapai 185 kW. Menariknya jarak tempuh eCanter, dalam kondisi baterai terisi penuh, bisa mencapai 100 km. 

Dengan sosok tersebut, bila dibandingkan dengan truk konvensional pelahap solar, tentu eCanter akan lebih efisien serta ramah lingkungan.

 
Related
Updates

otodriver.com