Berbeda dengan jenis transmisi automatik konvensional ataupun CVT, transmisi AMT mempunyai trik tersendiri ketika menghadapi kemacetan. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Cara Menggunakan Transmisi AMT Saat Menghadapi Kemacetan

 
Cara Menggunakan Transmisi AMT Saat Menghadapi Kemacetan

Berbeda dengan jenis transmisi automatik konvensional ataupun CVT, transmisi AMT mempunyai trik tersendiri ketika menghadapi kemacetan. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Pilihan transmisi Auto Manual Transmission (AMT) semakin banyak dihadirkan produsen di Indonesia, dan salah satunya digunakan oleh Wuling Cortez yang disandingkan dengan mesin 1.800 ccnya.

Secara mekanikal, AMT tentu berbeda dengan jenis transmisi matik lainnya semisal CVT ataupun model auto torque transmission (transmisi otomatis konvensional). Perbedaan dirasakan ketika menghadapi kemacetan, yang mengharuskan kendaraan berhenti dalam kurun waktu tertentu.

“Saat menghadapi kemacetan hebat, sebaiknya tidak mempertahankan pada posisi D dalam waktu lama. Jika berhenti total setidaknya hanya 30 detik dalam posisi D,” terang Arief Ramadhani, Produk Planning Spesialis Wuling Motors saat dihubungi Carreview.id, Rabu (15/05).

“Menurut teman-teman teknikal Wuling, menahan posisi D dalam waktu lama akan berdampak pada kerja servo motor  di i-AMTnya,” lanjut Arief.

“Memang tidak bisa disamakan cara dan perlakuan masing-masing jenis transmisi. Dalam hal ini motor servo merupakan perangkat yang menjembatani kinerja mesin dan girboks dalam proses penggantian tingkat percepatan dalam transmisi tersebut,” lanjutnya.  

Dalam buku manual, jika Cortez harus berhenti lama, maka posisi D harus secepatnya diposisikan ke N dan disertai dengan menginjak rem atau menarik rem tangan.

 

 
Related
Updates

otodriver.com