Walau terkadang bentuknya terlihat sama, namun kenyataannya sokbreaker punya spesifikasi yang berbeda-beda. Bagaimana cara mengetahui sokbreaker yang cocok untuk mobil kita? Berikut cara paling mudah

Cara Mudah Mengetahui Jenis Sokbreker Yang Cocok Digunakan Mobil Anda

 
Cara Mudah Mengetahui Jenis Sokbreker Yang Cocok Digunakan Mobil Anda

Walau terkadang bentuknya terlihat sama, namun kenyataannya sokbreaker punya spesifikasi yang berbeda-beda. Bagaimana cara mengetahui sokbreaker yang cocok untuk mobil kita? Berikut cara paling mudah

Shock absorber merupakan bagian dari komponen sistem suspensi yang memanggul tugas melakukan peredaman saat rangkaian sistem suspensi sedang bekerja.

Karena kerjanya begitu berat, sokbreker menjadi salah satu bagian yang paling sering diganti dalam sistem suspensi.

Namun, memilih sokbreker sesuai dengan spesifikasi bawaan mobil ternyata cukup mudah, Anda hanya tinggal mencocokan dengan part numbernya saja.

Meski terbilang mudah, tapi ada baiknya kita mengenal jenis sokbreker yang kita pergunakan. Karana pada kenyataannya, jenis sokbreker cukup beragam walaupun bentuk fisiknya terlihat sama. 

“Di pasaran terdapat dua jenis sokbreker, yakni sokbreker low pressure dan high pressure,” terang Edward Daniel dari Bengkel MMC di bilangan Pejaten Jakarta Selatan.

“Tipe low pressure juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu single action dan double action, sedangkan tipe high presure biasanya merupakan tipe double action,” terang pria bertubuh kecil ini.

Daniel juga menyebutkan, saat ini sering terjadi kesalahan mengenai penyebutan jenis sokbreker ini.

Jenis low pressure sering disebutkan sebagai sokbreker oli, sedangkan high pressure sebagai sokbreker jenis gas, meski pada kenyataannya hal tersebut tidak sesuai.

“Sokbreker low pressure apabila ditekan relatif lebih lebih empuk dan ringan dibandingkan dengan sokbreker high pressure yang memiliki karakter lebih agresif dengan tambahan kandungan nitrogen pada isi tabungnya,” lanjut pria yang hobi membaca ini.

Daniel mengatakan, bahwa jenis ciri single action dapat ditengarai saat sokbreker ditekan dan kemudian ditarik.

“Saat ditekan, sokbreker akan terasa lembek dan enteng. Sedangkan saat sokbreker ditarik terasa berat,” tambahnya.

“Sedangkan jenis double action saat ditekan ataupun ditarik keduanya akan terasa berat. Saat ditekan habis, maka jenis double action akan berbalik dengan sendirinya,” cetus beliau dengan yakin.

“Sedangkan untuk tipe high pressure, selain terasa lebih keras saat ditekan. Batang sokbreker akan berbalik lebih cepat dari model low presure,” tutup Edward.

Kesimpulannya, sokbreker high presure memiliki kinerja yang leih responsif dibandingkan dengan low pressure.  Oleh sebab itu, kinerjanya banyak dipergunakan pada kendaraan yang memiliki performa cukup baik di jalan raya. Sementara low pressure banyak dipergunakan untuk kendaraan pekerja atau beban.

Thanks to:

MMC
Jl Raya Condet, Pejaten No. 1 Jakarta Selatan
Telp: (021) 798.6825

 
Related
Updates

otodriver.com