Beberapa pemilik Calya dan Sigra merasa kurang puas dengan suspensi belakang mobilnya. Berikut ada dua solusi mengatasinya.

Dua Pilihan Obat Suspensi Ambles Duo Calya-Sigra

 
Dua Pilihan Obat Suspensi Ambles Duo Calya-Sigra

Beberapa pemilik Calya dan Sigra merasa kurang puas dengan suspensi belakang mobilnya. Berikut ada dua solusi mengatasinya.

Kehadiran duo Calya-Sigra menjadi fenomena tersendiri di Indonesia. Kemampuannya dalam mengangkut tujuh orang, semakin menarik minat orang untuk menjatuhkan pilihan padanya.

Namun, saat dinaiki tujuh penumpang sekaligus, beberapa pengguna merasakan suspensinya tampak ambles. “Posisi mobil langsung melesak ke bawah di bagian belakangnya. Tidak hanya itu, muncul juga suara jeduk-jeduk dari bagian dudukan pernya, yang datangnya dari karet stopper,” ujar Ade Habibie selaku salah satu pemilik Toyota Calya yang menghadapi masalah yang satu ini.

Dari segi fungsi, tentu hal ini tak terlalu banyak mengurangi performa, apalagi soal safety, tentunya sudah diperhitungkan dengan sangat matang oleh produsen duo kembar tersebut.

Namun, dari segi estetika, terkadang kondisi ini membuat pemiliknya merasa kurang puas, melihat bagian belakang mobil yang terlalu rendah. 

Beberapa solusi pun kemudian bergulir, mulai dari menambah spring buffer cushion ataupun melakukan penggantian per. “Melakukan penambahan spring buffer cushion cukup membantu. Teman-teman yang memasang perangkat ini merasakan dampaknya. Mobil tak lagi ambles saat dibebani tujuh penumpang,” jelas Mohammad Makkin, salah satu pemilik Daihatsu Sigra yang telah menggunakan buffer cushion di mobilnya.

“Harganya cukup lumayan, sekitar Rp 600-ribuan dan dipasangkan pada per belakang. Manfaat lainnya adalah mobil jadi lebih stabil dan mengurangi gejala limbung,” tuturnya.

Buffer cushion sudah terpasang di per

Tetapi, bercermin dari beberapa mobil yang meggunakan spring buffer cushion, perangkat ini memiliki kelemahan yakni umur pakainya. Kendati telah menggunakan bahan karet khusus, namun pengguna harus melakukan pegecekan dan penggantian secara periodik.

Solusi kedua, adalah dengan mengganti per belakang dari mobil lain. “Pilihan per donor yang paling populer dengan menggunakan per depan milik Etios,” jelas Hidayat, juragan Karya Per di bilangan Pondok Bambu Jakarta Timur.

“Per depan milik Etios ini memiliki batang ulir yang lebih besar dibandingkan dengan per bawaan Calya-Sigra. Namun kudu dipotong sedikit untuk penyesuaian tinggi dengan per aslinya,” ujar pria yang akrab disapa Dayat ini.  

Menurut Dayat, sejauh pengalamannya, penggantian ini cukup efektif mengatasi suspensi ambles, namun menurutnya suspensinya agak sedikit terasa keras saat mobil disetiri seorang diri. Namun resep bisa berlaku bertahun-tahun hingga per yang dipergunakan fatigue.

Dalam penggantian per ini, Dayat mengutip biaya Rp 700 ribuan sudah terdiri per, stopper baru dan biaya pemasangan.

Yang perlu diperhatikan adalah, kondisi standar mobil tentunya paling ideal, karena sudah disesuaikan untuk berbagai macam kondisi lintasan yang bisa dilalui mobil. Apalagi, ketika mobil jarang dipakai dengan muatan penuh, kenyamanan saat digunakan sendiri dalam penggunaan sehari-hari, tentu lebih diutamakan.

Meski begitu, semua tergantung Anda, karena semua hal ada plus dan minusnya.

 
Related
Updates

otodriver.com