Ban meski diberi tekanan angin 10 persen lebih tinggi dari normal, tak akan bisa meledak. Malah potensi ban meletus, ketika tekanan angin kurang. Kenapa begitu? Berikut penjelasan dari ahlinya.

Kurang Tekanan Angin Malah Bikin Ban Meledak. Inilah Jawabannya

 
Kurang Tekanan Angin Malah Bikin Ban Meledak. Inilah Jawabannya

Ban meski diberi tekanan angin 10 persen lebih tinggi dari normal, tak akan bisa meledak. Malah potensi ban meletus, ketika tekanan angin kurang. Kenapa begitu? Berikut penjelasan dari ahlinya.

Tiap kendaraan sudah dirancang memiliki tekanan angin ban ideal, disesuaikan dengan ukuran ban, juga bobot kendaraan yang diisi penumpang dan barang, sesuai ketentuan maksimal yang dianjurkan.

Selain mendukung kenyamanan berkendara, tekanan angin ban ideal justru sangat erat hubungannya dengan keselamatan berkendara. Sehubungan dengan keselamatan berkendara itu, banyak asumsi muncul di masyarakat, bahwa tekanan angin ban terlalu tinggi bisa menjadi penyebab ban meledak. Apakah benar?

Carreview.id menanyakan hal ini langsung kepada ahli di bidangnya. Yaitu Zulpata Zainal, Proving Ground Manager PT Bridgestone Tire Indonesia, seseorang yang bertugas menguji tiap ban yang diproduksi dengan berbagai metoda berstandar internasional. 

Menurutnya, baik tekanan kurang maupun berlebih, akan membuat ban tidak bekerja optimal. "Namun ban dengan tekanan agak tinggi, relatif lebih aman dibandingkan dengan ban tekanan anginnya kurang,” jelasnya.

“Tekanan angin berlebih cukup bisa dirasakan dari tunggangan mobil yang lebih keras dan selain itu risiko kerusakan akibat defleksi pada dinding ban juga lebih kecil dibandingkan dengan ban yang kekurangan angin,” sambungnya.

Ia juga menceritakan pengalamannya menguji ban. "Ban itu, meski diisi 10 hingga 20 persen di atas tekanan normal tidak pernah pecah, itu yang saya alami setiap kali menguji ban. Beda halnya ketika ban kurang tekanan anginnya, malah gampang meletus," ungkapnya.

Jadi, ban tidak bisa disamakan karakternya dengan balon, yang akan seketika meledak ketika tekanan anginnya berlebih.

Dengan kata lain, Zulpata mengatakan bahwa tekanan angin ban yang kurang atau terlalu rendah, malah menyebabkan ban rusak. Hal ini disebabkan defleksi berlebihan pada dinding ban.

Dinding ban (sidewall) yang lentur saat ban kempis atau kurang angin, akan berdefleksi terus menerus ketika mobil berjalan, sehingga menimbulkan panas dan suhu ban akan meningkat. 

Penampang ban

 

Jika terjadi dalam waktu yang relatif lama, maka lapisan benang pada dinding ban akan mengalami kelelahan (fatigue). Lama kelamaan lapisan benang pada bagian ini akan putus, hal itulah yang menyebabkan pecah ban.

 

“Kasus ini banyak terjadi pada ban dengan sabuk benang nilon. Sedangkan tipe ban dengan sabuk kawat baja relatif lebih aman, walau tidak menjamin untuk tidak rusak,” imbuhnya.

Lain halnya ketika ban diisi dengan tekanan ideal ataupun berlebih sekalipun, dinding ban tidak banyak berdefleksi, sehingga suhu ban tetap lebih stabil.

Namun, paling ideal adalah memeriksa tekanan angin ban dan sesuaikan dengang ketentuannya.  “Sangat diajurkan untuk memperhatikan tekanan ban secara rutin. Tekanan ban yang pas tak hanya lebih nyaman dan aman, namun juga membuat ban lebih awet,” tutupnya. 

 
Related
Updates

otodriver.com