Walau sudah muncul beberapa waktu lalu, antena jenis shark fin ini masih tetap diminati. Bahkan hingga mobil yang muncul belakangan ini. Calya dan Sigra juga bisa mengaplikasinya.

Toyota Calya Dan Daihatsu Sigra Tampil Beda Dengan Antena Sharks Fin

 
Toyota Calya Dan Daihatsu Sigra Tampil Beda Dengan Antena Sharks Fin

Walau sudah muncul beberapa waktu lalu, antena jenis shark fin ini masih tetap diminati. Bahkan hingga mobil yang muncul belakangan ini. Calya dan Sigra juga bisa mengaplikasinya.

Selain berfungsi menangkap gelombang radio, antena juga bisa berfungsi sebagai pemanis desain atau aksesori yang cukup bergaya. Tak lagi batang lurus yang ditarik, tetapi berbagai bentuk antena kini banyak digunakan.

Salah satunya antena yang mirip dengan sirip hiu, yang awalnya digunakan pada salah satu sedan premium. Namun, belakangan banyak yang menggunakan desain antena shark fin sebagai peranti antena standarnya.

Nah, jika ingin mengikuti trend ini, bisa menggunakan versi aftermarket, untuk menggantikan antena asli. Seperti pada Toyota Calya ataupun Daihatsu Sigra, untuk menggantikan antena di atap bagian belakang.  

“Posisi antena shark fin pas sekali ditempatkan menggantikan posisi antena bawaan kendaraan. Silakan mempergunakan produk OEM yang diambil dari mobil lain, namun jika ingin yang harganya lebih ramah di kantong bisa menggunakan antena sirip hiu aftermarket,” jelas Wira Sentosa dari Speed Glow, Pondok Gede. “Banderolnya ada di angka Rp 300 ribuan,” sebutnya.

“Dari bentuk, memang terdapat bermacam-macam antena sirip hiu yang tersedia di pasar aftermarket. Sehingga cukup luwes untuk pemilihannya dan juga untuk pemasangan pun relatif mudah dan tidak menemui kendala berarti,” sambungnya.

Pemasangnya cukup dengan menggunakan baut pada tempat aslinya, apabila terdapat perbedaan posisi lobang baut maka bisa menggunakan double tape.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kualitas penerimaan sinyalnya cukup baik, bahkan boleh dibilang setara dengan bawaan mobil. “Kualitas menangkap sinyal pada antena ini sangat dipengaruhi oleh kabel tembaga yang dipergunakannya. Semakin besar dan padat kabelnya bisa dijadikan ciri bahwa performa peranti ini semakin baik,” jelas Wira lebih lanjut.

Hanya tersedia warna netral supaya luwes digunakan pada semua jenis warna kendaraan 
Kabel tembaga tebal dihubungkan dengan kabel antena standar

Satu-satunya persoalan adalah soal warna pada antena ini, yang hanya tersedia dalam warna netral, seperti hitam, putih dan abu-abu. Jika ingin sewarna bodi tentunya harus dicat sendiri.

 

Thanks to:  SACS Speedglow

Jl. Raya Pondok Gede 23-24 Jakarta

Telp       : 0816-1815195 / 0816-1627773

 
Updates

otodriver.com