Jika Mercedes-Benz G-Class bisa, mengapa Land Rover tidak melakukan hal yang sama?

Beberapa Alasan Generasi Penerus Defender Harus Berbentuk Kotak

 
Beberapa Alasan Generasi Penerus Defender Harus Berbentuk Kotak

Jika Mercedes-Benz G-Class bisa, mengapa Land Rover tidak melakukan hal yang sama?

Sejak 2016 silam, produksi Land Rover Defender resmi diberhentikan. Salah satu alasan yang membuatnya tak lagi diproduksi, ialah isu keselamatan.

Wacana mengenai sosok pengganti Defender sebenarnya sudah muncul beberapa waktu sebelumnya. Sebut saja DC100 yang hingga saat ini hanya bertahan sebagai wacana belaka. Kabar mutakhir dari Land Rover sudah menyiapkan generasi penerus Defender, namun pabrikan asal Solihul Inggris itu masih menutup rapat model penerus estafet ini.

Konon, Land Rover khawatir bahwa model pawarupa Defender akan dicontek habis-habisan terutama oleh pabrikan China. Hal ini sudah terjadi pada Range Rover Evoque dan Range Rover Vogue.

Lalu seperti apakah harapan para pecinta Land Rover mengenai model penggantinya kelak. Pada acara peringatan 70 tahun Land Rover yang digelar di ICE BSD 14 – 15 Juli 2018, kami berkesempatan bertukar pikiran dengan para penggemar Land Rover tentang The Next Gen Defender.

“Menurut saya Defender harus mempertahankan ciri khas Land Rover yang telah diperkenalkan sejak 1948 silam. Ciri mutlak adalah bentuknya yang mengkotak,” terang Saiful Hasyim, salah satu penggemar berat Land Rover saat ditemui di gelaran acara. “Bentuk tersebut adalah ikon yang sangat sulit digeser dari ciri sebuah Land Rover,” sambungnya.

“Konon prototipe Defender yakni DC100, banyak tidak disetujui oleh para pengemar mobil ini di Inggris ataupun negara lainnya,” sahut Andiman salah satu penggemar dan juga pebengkel SUV Inggris ini asal Bogor. Pria yang akrab disapa Ncex ini mengatakan lebih lanjut bahwa bentuk Next Gen Defender jangan pernah berpaling pada benang merah perwujudan Defender yang dipergunakan secara turun temurun dari era Land Rover Serie I.

Dwiko salah satu pebengkel khusus Land Rover di bilangan Jakarta Timur, pun angkat bicara saat dihubungi dalam kesempatan yang berbeda. “Hampir semua teman pengguna Land Rover,  baik model lawas hingga paling gress,  sama sekali tidak setuju dengan konsep DC100 tersebut,” imbuh Dwiko.

Senada dengan Saiful dan Andiman, Dwiko setuju bahwa sebuah Defender haruslah berbentuk mengkotak yang telah lama menjadi ciri khas Land Rover Classic. “Mungkin kali ini Land Rover harus belajar dari Mercedes-Benz yang berhasil melakukan transformasi teknologi dan struktur pada sosok G-Class tanpa harus mengkotak-atik desain penampilannya,” tutup Dwiko.

Yes ….kami pun sependapat dengan mereka.

 

 
Related
Updates

otodriver.com