Keluarnya Inggris dari Uni Eropa, berdampak pada handling impor dan masalah lainnya.

Beberapa Alasan Pabrik BMW, MINI dan Rolls Royce Bakal Tutup Di Inggris

 
Beberapa Alasan Pabrik BMW, MINI dan Rolls Royce Bakal Tutup Di Inggris

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa, berdampak pada handling impor dan masalah lainnya.

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) cukup berdampak pada industri otomotif Negeri Monarki tersebut. Dampak yang paling terasa adalah terhambatnya suplai suku cadang karena keterlambatan proses impor.

BMW menjadi pabrikan yang paling lantang mengeluhkan masalah tersebut. Lebih jauh lagi, pabrikan Jerman tersebut akan dengan terpaksa menutup pabrik-pabriknya di Inggris. Yang tak lain adalah MINI dan Rolls Royce dengan total jumlah empat pabrik.

Seperti dilansir oleh carscoops.com (26/06), Stephan Freismusth, kepala bea cukai BMW mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan hal paling realistis apabila BMW tidak bisa memproduksi produknya karena pasokannya terhenti karena keterlambatan tersebut. “Bisa saja kami akan menutup pabrik-pabrik kami di Inggris karena hal ini,” terang Friesmusth.

Lebih dari 80% produksi MINI dan 90 % Rolls Royce diekspor. Sementara pabrik mesin Hams Hall mengirimkan mesin ke pabrik-pabrik BMW di Jerman. Sekitar 90% dari suku cadang yang digunakan oleh pabrik BMW di Inggris diimpor dari daratan Eropa. Tak mengherankan jika posisi ini dianggap membahayakan masa depan BMW.

Pernyataan keras BMW datang hanya beberapa hari setelah Airbus menggungkapkan untuk meninggalkan Inggris karena dampak Brexit membuat operasinya tidak kompetitif.

 
Related
Updates

otodriver.com