Mesin besar sudah tidak menjadi prioritas pabrikan ini, apa masalahnya hingga harus dipensiunkan?

Demi Lingkungan Hidup, Mesin V12 Mercedes-Benz Terpaksa Dipensiunkan

 
Demi Lingkungan Hidup, Mesin V12 Mercedes-Benz Terpaksa Dipensiunkan

Mesin besar sudah tidak menjadi prioritas pabrikan ini, apa masalahnya hingga harus dipensiunkan?

Gemuruh suara mesin berkapasitas besar akan menjadi sesuatu yang langka sebentar lagi. Salah satu yang akan menjadi pengisi buku sejarah tersebut adalah milik Mercedes-Benz AMG V12. Mesin V12 bervolume 6 liter dengan dua turbocharger yang menghuni bawah kap mereka mampu menghasilkan daya 623 PS dan trosi 738 Nm.

Walau memiliki pesona besar, namun seiring dengan perkembangan yang teknologi maka mesin-mesin tersebut saat ini telah berada di batas ambang kepunahan. Penyebabnya utamanya tak lain berasal dari isu lingkungan hidup berkenaan dengan emisi dan juga efisiensi penggunaan bahan bakar.

Seperti diwartakan oleh Motor 1, (06/10), pabrikan berlambang three pointed star tersebut tengah berkonsentasi pada mesin-mesin V8 yang akan muncul sebagai pengganti posisi mesin V12 mereka. Dari sisi isi silinder pun dipangkas dari 6.3 liter menjadi 5.5 liter hingga 4.0 liter.

Boss besar AMG Tobias Moers mengatakan, pihaknya tengah menunggu kelahiran hybrid V8 untuk memperpanjang umur mesin twin-turbo. Moers mengatakan bahwa teknologi hybrida saat ini tengah dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja V8 4.0-liter yang akan dibenamkan pada model-model AMG di masa depan.

"Dalam kombinasi dengan powertrain elektrifikasi, itu bisa menjadi siklus hidup yang lebih lama daripada apa yang semua orang pikirkan," tambahnya.

Langkah yang diambil oleh Mercedes-Benz ini tergolong cukup berani. Tak sedikit orang akan merasa kehilangan dengan suara gemuruh dan performa mesin V12. Namun hal ini merupakan sesuatu yang realistis di mana Mercedes-Benz akan membawa penggunanya memasuki zona baru yakni mobil performa tinggi namun ramah lingkungan.

 
Related
Updates

otodriver.com