Meski di kawasan terbatas, namun impresi berkendara Mitsubishi Xpander ini bisa dirasakan. Beberapa fiturnya serta bagaimana berada di kabin belakang pun dicoba.

First Drive : Seperti Inilah Impresi Berkendara Mitsubishi Xpander Di Bumi Borneo

 
 First Drive : Seperti Inilah Impresi Berkendara Mitsubishi Xpander Di Bumi Borneo

Meski di kawasan terbatas, namun impresi berkendara Mitsubishi Xpander ini bisa dirasakan. Beberapa fiturnya serta bagaimana berada di kabin belakang pun dicoba.

Di sela undangan perkenalan Mitsubishi Xpander di dealer Mitsubishi Balikpapan, Kalimantan Timur, Carreview.id sempat merasakan impresi berkendara MPV anyar ini di Bumi Borneo.

Cukup singkat waktu yang didapat, namun kami sudah bisa mendapatkan impresi berkendara pada lintasan terbatas di Balikpapan Super Block (SBS) Mall, tersebut. Mitsubishi Xpander tipe Sport yang kami coba, tipe ini hanya tersedia bertransmisi otomatik.

Ketika dinyalakan suara mesin 4A91 1.500 cc MIVEC cukup halus terdengar dari dalam kabin yang lumayan kedap. Posisi mengemudi pun patut diberi pujian. Dengan tinggi badan 175 cm, posisi kaki dan badan cukup nyaman. Hanya saja sedikit kekurangan mengenai blind spot yang ada pada pilar A. Mengubah posisi duduk, menjadi agak ke belakang, bisa sedikit membantu mengurangi hal ini.

Ada sedikit hal yang dirasakan agak kurang nyaman, yaitu tuas rem tangan yang besar dan panjang di samping tuas transmisi.  Pada varian matik hal ini tak terlalu berpengaruh, namun pada varian manual yang lebih banyak melibatkan gerakan tangan, sedikit terganggu dengan tuas ini.

Hand brake sepertinya terlampau besar dimensinya.

Merasakan posisi mengemudi sudah bisa didapat, namun untuk merasakan sinergi maksimal antara mesin dengan transmisi matik 4 percepatan tentunya belum bisa dilakukan, karena keterbatasan tempat.

Tetapi, ada fitur yang bisa dirasakan, yaitu Hill Start Assist (HSA), saat kami arahkan unit tes ke parkiran bertingkat yang ada di mall tersebut.

Fitur ini bisa menahan mobil selama 3 detik setelah pedal rem diangkat sesudah berhenti di jalan menanjak. Tujuannya memberi kesempatan pengemudi memindahkan posisi kaki ke pedal gas, tanpa khawatir mobil meluncur ke belakang. 

Fitur ini tentunya lebih terasa ketika menggunakan mobil bertransmisi manual, meski pada transmisi otomatik pun tetap bisa dirasakan manfaatnya.

Hal lain yang membuat penasaran adalah suspensi belakang yang menurut pihak Mitsubishi diadopsi dari teknologi suspensi Mitsubishi EVO X. Namun sayang, kami belum bisa mencicipi kinerja optimalnya.

Tak hanya di atas bangku pengemudi, kami pun mencoba duduk sebagai penumpang, untuk merasakan bantingan suspensi di permukaan jalan berelombang pada kecepatan. Bantingannya cukup empuk dan cukup nyaman.

Penumpang di bangku baris kedua cukup nyaman dan kaki mendapatkan ruang yang cukup. Bangku baris ketiganya pun relatif cukup menyediakan ruang kaki yang lapang walau tidak seluas baris ke dua.

Leg room lega untuk baris kedua
 
Baris ke tiga pun masih cukup lega

Dari segi kepraktisan Xpander, layak diberi pujian. Berbagai kompartemen secara apik disediakan, bahkan beberapa memanfaatkan ruang kosong pada kabin, seperti di bawah jok penumpang bagian depan yang bisa dipergunakan untuk menyimpan sepasang sepatu ukuran pria dewasa.

 

Bahkan cukup banyak tempat penyimpanannya, total terdapat 19 lokasi. Fasilitas buat penumpang pun semakin lengkap, dengan adanya tiga power outlet 12 Volt yang tersebar di bagian kabin depan, tengah dan belakang.

 

Power outlet ini membuat semua penumpang bisa mengisi baterai gadgetnya sepanjang perjalanan. 

 
Related
Updates

otodriver.com