Kekayaan alam Indonesia berupa nickle dan cobalt diperlukan sebagai bahan baku utama baterai lithium ion.

Indonesia Berpotensi Jadi Pemain Utama Mobil Listrik

 
Indonesia Berpotensi Jadi Pemain Utama Mobil Listrik

Kekayaan alam Indonesia berupa nickle dan cobalt diperlukan sebagai bahan baku utama baterai lithium ion.

Mobil dengan bahan bakar alternative semakin gencar dikampanyekan. Salah satu respons yang diberikan oleh industri otomotif adalah semakin maraknya kendaraan berdaya utama listrik.

"Electric Vehicle (EV) adalah sebuah peluang yang cukup realiatis saat ini dan mengalami perkembangan yang cukup signifikan," terang Yohannes Nangoi, ketua umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) saat ditemui beberapa saat lalu. "Kita bisa mengambil peran besar dalam kancah persaingan EV dunia jika memiliki pabrik baterai di Indonesia," lanjutnya.

Senada dengan pernyataan tersebut, Warih Andang Tjahjono , selaku Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacture Indonesia (TMMIN) mengatakan bahwa bukan suatu yang mustahil bagi Indonesia untuk berperan lebih jauh di dalam industri mobil listrik. "Indonesia memiliki bahan dasar pembuatan lithium battery yakni nickle dan cobalt," sambungnya saat ditemui di bilangan Jakarta Pusat (25/05). "Bukan tidak mungkin Indonesia akan muncul sebagai pemain utama di dunia dalam hal baterai," tutupnya.

 
Related
Updates

otodriver.com