Indonesia harus membuat beberapa pabrik spare part untuk menghadapi gempuran mobil listrik.

Strategi Indonesia Hadapi Serbuan Industri Mobil Listrik

 
Strategi Indonesia Hadapi Serbuan Industri Mobil Listrik

Indonesia harus membuat beberapa pabrik spare part untuk menghadapi gempuran mobil listrik.

Persaingan mobil listrik sudah semakin nyata di benua Eropa dan Amerika. Trend penggunaannya pun dari hari ke hari terus mengalami peningkatan. Hal ini diikuti dengan perkembagan industri mobil listrik di seluruh dunia.

“Kita tidak bisa mengatakan bahwa teknologi mobil listrik ini masih jauh panggang dari api untuk kondisi di Indonesia,” terang Yohannes Nangoi  Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), saat ditemui di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (22/05). “Bisa saja tiba-tiba menjangkiti Indonesia jika secara global terjadi perubahan masiv mengenai penggunaan mobil listrik ini,” ungkapnya.

“Kita harus bersiap-siap dengan segala kemungkinan yang ada di masa depan. Dan jangan sampai Indonesia telat mengantisipasi kehadiran mobil ini baik sebagai pengguna ataupun dari segi industrinya,” lanjutnya. “Indonesia akan memiliki peluang besar dalam pertumbuhan mobil listrik jika memiliki pabrik batere yang mensuport teknologi ini. Saat ini pabrik bateral lithium ion untuk mobil listrik hanya ada di beberapa negara saja, sementara Indonesia memiliki potensi besar untuk hal tersebut," paparnya. "Dengan hadirnya pabrik baterai lithium ion, maka Indonesia akan muncul untuk menyokong utama industri mobil listrik dunia," tutupnya.

 
Related
Updates

otodriver.com