Peraturan emisi yang semakin ketat menyebabkan pabrikan fokus pada produksi mobil listrik atau tenaga alternatif lainnya.

Toyota : Memprediksi Mesin Berbahan Bakar Fosil Berakhir di 2050. Berikut Alasannya

 
Toyota : Memprediksi Mesin Berbahan Bakar Fosil Berakhir di 2050. Berikut Alasannya

Peraturan emisi yang semakin ketat menyebabkan pabrikan fokus pada produksi mobil listrik atau tenaga alternatif lainnya.

Bahan bakar fosil sedikit demi sedikit ditinggalkan dan digantikan dengan sumber alternatif lainnya. Kemunculan mobil listrik pun salah satunya akan mempengaruhi peredaran mesin-mesin kombusi internal.

Saat ini, Toyota tercatat sebagai pemimpin produksi kendaraan bertenaga alternatif dengan memegang 12% penjualan mobil anyar di Amerika Serikat dan 4% di Eropa. Selain itu, Toyota juga tercatat membuat 43% kendaraan dengan sumber daya alternatif di seluruh dunia. 

Seperti diwartakan oleh Motor 1(13/11), prediksi Toyota ini berasal dari Siego Kuzumaki, Kepala R&D dan engineering Toyota mengatakan bahwa pembuat mobil terus menghadapi peraturan emisi yang semakin ketat dan akhirnya memaksa mereka lebih fokus pada pengembangan mobil listrik. Hal inilah yang menyebabkan mesin bakar terpental keluar dari pasar.

“Kami memperkirakan bahwa pada tahun 2050 kita akan mengurangi emisi CO2 hingga 90% dibandingkan dengan tahun 2010," kata Kuzumaki. "Untuk mencapainya, pada 2040 mobil bermesin pembakaran internal konvensional tidak akan dibuat dan akan beralih hybrid atau plug-in hybrid," lanjutnya.

Pada akhir dekade ini, Toyota mulai menjual mobil full elektrik yang menggandalkan baterai lithium ion dengan jangkauan sekitar 300 mil dengan sekali charge. 

Mesin penenggak bahan bakar fosil akan segera jadi penghuni museum 
 
Related
Updates

otodriver.com