Car Review Indonesia

 
 
First Impression : Pilhan BMW 740 Li. Mau Executive yang Mewah atau Pure Excellence yang Lebih Memanjakan Seisi Kabin? Versus
| 20 May, 2016
 
 

First Impression : Pilhan BMW 740 Li. Mau Executive yang Mewah atau Pure Excellence yang Lebih Memanjakan Seisi Kabin?

 

Setelah diluncurkan jelang akhir tahun silam, kami berkesempatan membedakan opsi Pure Excellence dan Executive dari 740 Li. Harga keduanya terpaut hampir Rp 500 juta. Apa saja perbedaannya?

PT BMW Indonesia resmi meluncurkan seri 7 terbaru pada Oktober 2015 silam. Tidak seperti di negara lain, untuk pasar tanah air seri 7 hanya diluncurkan dalam satu tipe pilihan mesin dengan sasis panjang yaitu 740 Li.

Namun ada dua opsi BMW 740 Li yang membedakan fitur dan kemewahan yang diusungnya. BMW 740 Li Pure Excellence dan BMW 740 Li Executive.

Pure Excellence dibanderol dengan harga Rp 2,499 miliar (off the road) sementara varian Executive hadir lebih ‘murah’ dengan harga Rp 2,089 miliar yang juga belum termasuk pajak.

Di kelas ini, BMW 740 Li berhadapan langsung dengan Mercedes-Benz S 500 L, Audi A8 L 3.0 TFSi dan Jaguar XJ yang juga tak kalah membuat decak kagum atas apa yang dimilikinya.

Lantas apa perbedaan dari kedua varian BMW 740 Li tersebut hingga selisih harganya mencapai hampir setengah miliar? Lalu apakah harga yang dibayarkan konsumen sepadan dengan keunggulan yang didapat?

Di usianya yang genap 100 tahun, BMW kini sedang gencar-gencarnya mengeksplor teknologi secara habis-habisan untuk mendukung segala aspek berkendara. Rasanya tak ada yang terlewatkan dari seluruh sudut BMW 740 Li, semua didukung dengan sebuah pengembangan metode ilimiah di abad ini.

Kunci

Mulai dari Smart Key. Ini bukan hanya sebuah remote yang fungsinya untuk membuka dan mengunci pintu pengemudi, penumpang dan bagasi saja.

Kunci berdimensi besar yang super pintar ini terdapat layar LCD yang dapat menginformasikan status pintu mobil, apakah sudah terkunci atau belum.

Tak hanya itu kunci ini terintegrasi dengan peranti penerangan di sekujur BMW 740 Li, seperti lampu berkendara utama (headlamp, rearlamp dan foglamp) hingga penerangan kabin.

Smart Key gambot ini bisa mengaktifkan mesin dan sistem pendingin udara bila dibutuhkan. Agar saat pemilik masuk ke kabin sudah lebih nyaman karena suhu kabin sudah sejuk.

Desain

Secara keseluruhan, desainnya cukup futuristik dengan tarikan garis yang menyambung dari sisi depan hingga belakang. Di beberapa bagian menggunakan ornamen aluminium one piece buatan tangan berwarna silver. Membingkai pada kaca pintu depan, kaca pintu belakang dan atap.

Lampu depan juga memiliki kepintaran yang bernama BMW Adaptive LED. Selain sinar lampu ini dapat mengikuti kemanapun arah sudut kemudi, penerangannya juga mampu beradaptasi dengan berbagai medan jalan yang dilewati.

Misal saat sedang berada di tanjakan, sorot tajam lampunya secara otomatis akan merendah dan tidak menyilaukan pengendara dari arah berlawanan. Atau saat Anda melintasi jalanan yang gelap, sensor secara otomatis akan memerintahkan lampu jauh agar menyala, guna menambah penerangan ke depan.

Di sisi buritan, seluruh sistem penerangan juga menadopsi LED yang lebih mewah, lebih terang juga hemat konsumsi listrik.

Sebagai sebuah ikon yang tidak bisa dihilangkan, gril depan masih berdesain double kidney khas BMW sejak 100 tahun silam. Bedanya, bilah yang terdapat di bagian muka tersebut dilengkapi dengan penggerak elektrik otomatis.

Saat di kemacetan atau mesin memerlukan pendinginan lebih, bilah akan membuka. Sebaliknya saat berada di tempat dingin atau di kecepatan tinggi, bilah akan otomatis menutup yang mengurangi hambatan udara.

Kabin Depan

Inilah sektor yang sangat diperhatikan betul oleh BMW. Mengingat bukan sembarang konsumen yang akan menggunakan mobil ini. Rasa nyaman adalah hal yang paling dicari saat melakukan perjalanan menggunakan BMW 740 Li.

Di bagian ini, perbedaan kedua varian Pure Excellence dan Executive begitu kentara, saat diperhatikan secara detail.

Meski memiliki warna yang serupa, Pure Excellence menggunakan bahan Nappa Leather sebagai pembungkus utama keseluruhan interior. Sementara Executive menggunakan bahan Dakota Leather. Secara signifikan tak ada perbedaan yang berarti, hanya kelembutan tekstur saat disentuh, Nappa Leather terasa lebih halus.

Seri 7 memang lebih berorientasi pada kenyamanan penumpang, namun tidak menjadikan kabin depan menjadi biasa saja. Dua kursi baris depan memiliki bentuk ala sport seat.

Urusan kenyaman dan ergonomis usah dipertanyakan, pasalnya BMW memberikan fitur penggerak elektrik dengan memori untuk meninggi rendahkan, maju mundur, penyetelan sandaran dan headrest hingga lumbar support dan penyetelan busa tambahan sebagai knee support di bawah pergelangan lutut pengemudi agar berkendara tetap nyaman.

Selain busanya terasa pas menyanggah tubuh, kedua kursi depan juga memiliki fitur memori untuk menyimpan tiga setelan jok yang berbeda.

Hanya ada dua kata yang mewakili penampilan dasbor BMW seri 7 ini, mewah dan canggih. Jika diamati ada tiga susunan warna pada dasbor ini.

Bagian atas berwarna hitam berbahan polyurethane, memang terlihat biasa saja. Mungkin Nader Faghihzadeh yang merancang seri 7 terbaru ini ingin lebih menonjolkan layar sentuh multimedia di bagian tengah yang mampu menginformasikan seluruh status pengaturan mobil.

Eco Mode / Comfort Plus
Adaptive Mode
Sport Mode

Instrumen cluster digital bukan hanya terlihat canggih, namun benar-benar canggih karena bisa mengubah warna dan bentuk tampilan di empat driving mode yang berbeda.

Angka yang diproyeksikan Head Up Display (HUD) ke kaca depan sangat terlihat jelas di teriknya siang hari, saat lampu utama menyala tanda hari mulai gelap,fitur ini akan mereduksi sendiri cahayanya agar tidak menyilaukan pengendara. Sayangnya fitur ini hanya terdapat di paket pembelian Pure Excellence.

Bagian tengah diisi dengan panel kayu glossy yang dilengkapi dengan lampu ambient dan ornamen berwarna silver. Bagian ini hanya mengakomodasi tempat peletakan lubang AC dan tombol engine start/stop. Ada perbedaan motif panel kayu pada varian Pure Excellence yang lebih gelap dari varian Executive.

Bergeser kebawah, warna brown leather begitu kontras dan memberikan aura kemewahan yang berbeda. Warna ini mendominasi keseluruhan bagian bawah BMW 740 Li di kedua varian. Layer warna tiga lapis ini juga mengisi seluruh bagian interior yang meliputi doortrim hingga kabin belakang.

Sejujurnya, waktu carreview.id pertama kali berada di kabin 740 Li, membutuhkan waktu lebih dari 15 menit untuk mempelajari tombol-tombol dan berbagai pengaturan pendukung berkendara. Agar diwaktu pengetesan yang terbilang sedikit nantinya, kami mampu mengeksplorasi apa saja yang ada di sedan berkode sasis G12 ini.

Kabin Belakang

Ruang luas pada kabin belakang, menjadi jaminan pada Seri 7

Sejatinya seri 7 bersasis panjang dibuat untuk menyenangkan penumpang kabin belakang. Entah itu raja minyak, pimpinan tertinggi perusahaan atau bisa jadi Anda yang mampu membeli dan menggunakan jasa sopir sehari-hari.

Cobalah duduk dibelakangnya, tanpa memikirkan akomodasi ruang kaki dan kepala yang tersedia berapapun tinggi Anda. Pasti masih terasa lega. Banyak hal yang bisa ‘dimainkan’ saat duduk di belakang.

Mulai dua buah tablet Android Samsung 10 inci yang mampu memutar film berformat Blu-ray dan koneksi HDMI serta tiga buah wireless Headphone. Seluruhnya terintegrasi dengan kenop BMW Touch Command di bagian depan yang biasa diakses juga melalui lewat layar sentuh di konsol tengah jok belakang.

Ponsel Anda pun dapat menjadi media pengontrolan fitur jika terkoneksi ke sistem operasi iDrive BMW 740 Li.

Center console di jok belakang, menjadi sentral pengaturan berbagai fitur

Tak hanya itu, sebagai peranti pendukung kenyamanan penumpang belakang, kursi dengan pengaturan elektrik dengan sandaran yang dapat diatur hingga hampir rebah dilengkapi dengan fitur pijat dan pendingin udara. Penyetelan ini juga dilengkapi dengan memori. 

Seluruh kelebihan ini menjadi standar pada BMW 740 Li, termasuk krey elektrik di kaca belakang dan kaca sisi penumpang belakang.

Fitur

Seluruh pusat pengontrolan dikendalikan dari kenop bulat Touch Command

BMW seri 7 terbaru ini dilengkapi dengan empat pilihan mode berkendara. Eco Plus, Comfort Plus, Adaptive dan Sport. Masing-masing memberikan impresi berkendara yang berbeda soal efisiensi bahan bakar, kenyamanan optimal, hingga agresivitas berkendara.

Semua pengaturan di kabin bisa dilakukan melalui BMW Touch Command, kenop pintar pada BMW 740 Li.

Pada varian Executive, tidak terdapat kamera 360 derajat untuk memantau lokasi sekitar

Mengubah atau mengatur tampilan layar sentuh multimedia, kini semakin mudah berkat aplikasi BMW Gesture Control. Posisikan tangan Anda di atas tuas persneling, maka berbagai gerakan dapat terbaca oleh sensor yang berada tepat di dekat lampu kabin pada plafon.

Saat posisi transmisi di gigi mundur, maka layar akan menampilkan visual tiga dimensi yang bisa diputar 360 derajat, sesuai kebutuhan pengemudi lewat gerakan tangan.

Ambient Air Package merefleksikan sinar pada atap kaca agar berkendara lebih 'romantis'
Saat membutuhkan udara segar, atap kaca bisa digeser secara elektrik

Pada varian Pure Excellence, sirkulasi udara kabin dapat diatur melalui Ambient Air Package. Hebatnya wewangian yang keluar dari embusan penyejuk udara terintegrasi dengan Ambient Light yang membawa suasana berkendara kian menyenangkan.

Tambah seru saat atap kaca panoramik ikut bersinar mengikuti pilihan Ambient Air Package di kabin.

Tak hanya itu, pada paket Pure Excellence sistem tata suara menggunakan speaker lansiran Bowers and Wilkins berkekuatan 1.400 watt dengan fitur surround sound. Sementara pada varian Excecutive mengandalkan lansiran Harman Kardon.

Menikmati alunan lagu di perjalanan, layaknya sedang berada di bangku VVIP sebuah konser.

Hingga bagian terkecil pun ikut diperhatikan detailnya. Seperti floor mat (karpet) yang menggunakan bulu tebal, sehingga memberikan kenyamanan lebih hanya pada opsional Pure Excellence.

Menutup pintu tak perlu tenaga ekstra karen atelah dilengkapi dengan vakum otomatis

Performa

Dengan sumber tenaga 6-silinder segaris berkapasitas 3.000 cc dan Twin Scroll Turbocharger, tenaga sebesar 325 dk dan torsi 450 dk dengan mudah dihasilkan. Sementara akselerasi saat dibesut hingga 100 km/jam dari diam hanya membutuhkan waktu 5,6 detik dengan kecepatan maksimal 250 km/jam.

Dengan dimensi panjang 5,2 meter x lebar 1,9 meter, BMW berhasil memaksa seri 7 terbaru 'diet' hingga bobotnya hanya mencapai 1.785 Kg.

Ubahan di beberapa bagian menjadi berbahan karbon, pada rangka di samping pilar A, B dan C serta dek bawah (tunnel gearbox), menjadi kontribusi dalam pengurangan bobot tersebut.

Sehingga kala berpadu dengan transmisi pintar Steptronic 8-percepatan, BMW mengklaim tingkat kehematan bahan bakarnya mencapai 15,2 km per liter karena  tercapainya perbandingan tenaga dan bobot yang ideal. 

Sejak dahulu dalam setiap produksinya BMW menciptakan mobil yang selalu asyik dikendarai sendiri karena cukup bertenaga. Hingga akhirnya BMW menciptakan kelas tertinggi seri 7 sejak 1977 silam yang memberikan sebuah balutan prestisius yang semakin melengkapi nilai sebuah mobil.

Demikian dengan BMW seri 7 generasi keenam ini, sama-sama mengasyikannya kala harus duduk di bangku depan saat sopir tidak hadir di akhir pekan.

Sementara di hari kerja, dengan segala fitur yang diberikan BMW terhadap konsumen loyalnya mampu membuat perjalanan terasa tidak membosankan meski berada di tengah kemacetan jalan.

Tag : #BMW 740 Li  #Pure Excellent  #Executive  #BMW Indonesia  #BMW Seri 7 

Share this article

Updates

Car Review

Tentang CarReview.id

Car Review, disajikan bagi pengguna dan calon pengguna mobil di Indonesia. Di antara sekian banyak pilihan dan ragam mobil, kami mengerti kebutuhan Anda akan informasi yang detail terhadap mobil pilihan. Untuk itu kami memberikan referensi komparatif tentang seluk beluk mobil di Indonesia.. [lanjut]