Menggunakan mesin serupa, namun pada Ertiga lebih bertenaga dibandingkan saat dipakai di Spin. Apalagi perbedaan di antara calon LMPV diesel ini dengan 'pemain lama' dari Chevrolet tersebut?

Komparasi LMPV Diesel : Suzuki Ertiga SHVS vs Chevrolet Spin TCDi

 
Komparasi LMPV Diesel : Suzuki Ertiga SHVS vs Chevrolet Spin TCDi

Menggunakan mesin serupa, namun pada Ertiga lebih bertenaga dibandingkan saat dipakai di Spin. Apalagi perbedaan di antara calon LMPV diesel ini dengan 'pemain lama' dari Chevrolet tersebut?

Walau baru akan hadir di tahun depan, namun Suzuki Ertiga berbekal mesin diesel SHVS 1.300 cc, sudah mulai membetot minat orang Indonesia dan mendorong beberapa salesman yang sudah mulai menawarkan pada konsumen.

Low MPV (LMPV) bermesin diesel bukanlah barang baru di tanah air, jika kita kembali ke beberapa waktu silam,  sempat beredar Chevrolet Spin yang kemudian penjualannya tak dilanjutkan pada tahun 2015.

Cukup menarik, karena mesin yang digunakan oleh Chevrolet Spin saat itu, serupa dengan yang digunakan pada Suzuki Ertiga. Yaitu mesin dari JTD Engine, milik Fiat Chrysler Automobile (FCA).

Namun, ada perbedaan output tenaga di antara keduanya. Saat digunakan pada Chevrolet Spin, performa mesin bervolume 1.248 cc tersebut menghasilkan tenaga maksimal 74 dk/4.000 rpm dan torsi puncak 190Nm/1.750 rpm.

Sementara ketika menjadi sumber tenaga penggerak di Suzuki Ertiga, mampu memuntahkan tenaga terbesar 88,5 dk/4.000 rpm dengan torsi maksimum 200 Nm/1.750 rpm.

Dari segi teknologi, tak ada yang berbeda antara mesin pada Spin maupun Ertiga, sama-sama  berteknologi common-rail diesel dengan Variable Geometry Turbocharger (VGT).

Namun pihak Suzuki kemungkinan besar menggunakan ECU atau mapping ECU yang berbeda, sehingga performanya lebih baik.

Belum lagi, Suzuki menjadikannya mild hybrid, yang dinamakan SHVS (Smart Hybrid Vehicle by Suzuki), sehingga konsumsi bahan bakarnya lebih hemat.

Pada Ertiga diesel ini, konsumsi bahan bakarnya bisa mencapai 24,5 km/liter (klaim pabrik), sementara Spin bermain di angka rata-rata 18,5 km/liter.

Hal-hal tadi merupakan perbandingan pada sektor mesin, antara Ertiga diesel dengan 'pemain lama' Chevrolet Spin. Namun, dari segi menetapkan harga jualpun, ada kemiripan.

Estimasi harga Suzuki Ertiga diesel bertransmisi manual, menurut pihak Suzuki Indomobil Sales, akan lebih mahal 20-30% dibandingkan versi matik bermesin bensin yang dipasarkan saat ini.

Begitupun harga jual Chevrolet Spin diesel versi terendah, harganya tak terpaut jauh dari Spin bensin kasta tertinggi yang sudah bergirboks matik.

Satu hal lagi, transmisi yang digunakan. Chevrolet Spin diesel hanya tersedia versi transmisi manual, begitu juga Ertiga diesel di India, hanya bertransmisi manual. Semoga saja Suzuki memasukkan versi transmisi otomatiknya ke Indonesia.

Lantas, jika dibandingkan dimensinya, Suzuki Ertiga memiliki wheelbase lebih panjang (2.740 mm) sementara Spin (2.620 mm). Selisih 120 mm ini memberikan kontribusi ruang dengkul yang cukup signifikan bagi penumpang baris kedua Ertiga. Sehingga dikatakan bahwa zona ini penumpang Ertiga lebih nyaman dibandingkan pada Spin.

Beberapa sumber mengatakan bahwa salah satu faktor kekalahan Spin diesel bersaing di kelas ini, karena absennya girboks matik. Mungkin jika melihat dari sisi tersebut, pihak Suzuki harus berkaca dari Chevrolet dan segera mempersiapkan girboks matik bagi Ertiga dieselnya ini.

 
Related
Updates

otodriver.com