Toyota melakukan banyak ubahan pada Rush baru. Berbagai sektor mengalami pembaruan, termasuk penggantian mesin dan 'fine tuning' di transmisi, yang kini membuatnya lebih irit dari model sebelumnya.

Toyota : Hal Inilah Penyebab All New Rush Lebih Irit Dari Model Sebelumnya

 
Toyota : Hal Inilah Penyebab All New Rush Lebih Irit Dari Model Sebelumnya

Toyota melakukan banyak ubahan pada Rush baru. Berbagai sektor mengalami pembaruan, termasuk penggantian mesin dan 'fine tuning' di transmisi, yang kini membuatnya lebih irit dari model sebelumnya.

Boleh dibilang, sudah jadi hal lazim bahwa Toyota Rush menggunakan mesin serupa dengan Avanza 1.5. Seperti halnya saat ini, Toyota All New Rush yang menggunakan mesin 2NR-VE DOHC Dual VVT-i yang juga dipakai pada Avanza (Veloz).

Mesin berkapasitas 1.496 cc yang juga digunakan Sienta dan Yaris ini, mampu memberikan Rush baru memiliki mesin dengan daya puncak 104 PS/6.000 rpm dan torsi maksimal 136 Nm/4.200 rpm. 

Tetapi ternyata performa yang dihasilkan ini lebih rendah dibandingkan pendahulunya. Jika dibandingkan dengan Rush lawas bermesin 3SZ-VE DOHC, performanya mencetak daya kuda tertinggi 109 PS/6.500 rpm dan torsi puncak 141 Nm/4.400 rpm.  

Di atas kertas performanya berada di bawah versi lama. Tentunya Toyota memiliki alasan kuat saat memutuskan saat menentukan penggantian mesin ini.

“Mesin baru ini memiliki tingkat efisiensi yang lebih baik dibanding mesin lama. Setidaknya akan lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar sebesar 20% dari mesin lawas,” jelas Gandhi Ahimsa Putra., Product Knowledge PT. Toyota Astra Motor (TAM).

Menurut Gandhi, mesin 2NR-VE ini lebih efisien, lantaran sudah menggunakan teknologi dual VVT-i yang mengatur pemakaian bahan bakar menjadi lebih presisi.

Toyota memberikan beberapa sentuhan perubahan yang mendukung efisiensi pada Low SUV anyarnya ini. Salah satunya pada rasio gigi transmisi yang kini digunakan.

Gandhi mengatakan bahwa ada beberapa penyesuaian rasio gir pada gigi 1 dan 5. “Rasio gigi 1 lebih rendah, sehingga mampu memberikan daya laju kendaraan menjadi lebih enteng. Sedangkan rasio gigi 5 menjadi lebih tinggi, tujuannya untuk menjaga putaran mesin jadi lebih rendah, sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien,” sambungnya.

Khusus untuk varian matik 4 percepatannya, Gandhi menjelaskan bahwa pada gigi 3-4 terdapat improvement pada torque converternya. “Lockup function range diperbesar. Dengan demikian putuaran transmisi dibuat sedemikian rupa mendekati putaran pada mesin, sehingga tenaga yang disalurkan tidak banyak yang hilang,” tutupnya.

Hasilnya, pada kecepatan 100 km/jam dalam posisi gigi tertinggi, putaran mesin pun hanya menyentuh putaran di angka 2.500 rpm.  Berbeda dengan generasi awal, ketika jarum takometer menyentuh putaran 3.500 rpm ketika di kecepatan yang sama.   

Toyota 2NR-VE. Dual VVT-i membuatnya lebih efisien.

 

 
Related
Updates

otodriver.com