Munculnya Suzuki Ciaz, memberikan ‘semangat’ baru di kelas small sedan. Honda City pun ditantang, seperti apa persaingan mereka?

Versus : Suzuki Ciaz GX AT vs Honda All New City E CVT

 
Versus : Suzuki Ciaz GX AT vs Honda All New City E CVT

Munculnya Suzuki Ciaz, memberikan ‘semangat’ baru di kelas small sedan. Honda City pun ditantang, seperti apa persaingan mereka?

Suzuki Ciaz

Suzuki sedan Esteem sejak 1991, kemudian keberadaannya diremajakan oleh Baleno mulai 1996 hingga 2002. Kedua sedan ini di masanya cukup mendulang sukses penjualan. Sayang, kemudian Suzuki Baleno Next-G kurang mendapat sambutan di masyarakat Indonesia, bahkan versi sedan selanjutnya, meluncur di medio 2008, Suzuki Neo Baleno juga tak meraih kesuksesan. 

Hal berbeda dengan Honda City, yang sekarang sudah beredar hingga generasi keempat. Seolah menjadi rival sejati bagi Suzuki, Honda City dan Suzuki Baleno selalu hadir di pasar sedan kecil tanah air. Walau belakangan muncul Toyota Vios yang juga bertarung di kelas ini. Hal itu pulalah yang seolah membuat Suzuki seolah menarik diri dari percaturan small sedan Indonesia.

Kembali selama hampir delapan tahun absen, kini Ciaz kembali  berkompetisi. Walau terbilang telat hadir, namun target utamanya adalah  berbagi kue penjualan di kelas small sedan.

Sejak akhir November silam Suzuki Ciaz telah dijual secara resmi oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Untuk pasar Indonesia, hanya terdapat satu varian yakni GLX dengan dua pilihan transmisi manual seharga Rp 275 juta dan otomatik 4-percepatan yang di banderol Rp 285 juta.

Apa yang diberikan Suzuki pada Ciaz, berupa tampilan cukup mewah seperti rancangan sedan kelas di atasnya, sehingga penggunanya seakan ‘naik kelas’ ketika menunggangi kendaraan ini. Hal ini didukung pula dengan bodi yang lebih bongsor dibandingkan rivalnya. Membuat Ciaz sanggup menawarkan akomodasi dan kelegaan kabin lebih baik. Baik penumpang depan dan belakang tak perlu risau akan keterbatasan ruang kaki dan kepala.

Pada bangku depan, jok semi-bucket dirancang agar mampu menyanggah tubuh saat menikung. Namun upaya tersebut sepertinya sia-sia ketika ditunggangi pengemudi bertubuh bongsor, karena sandarannya memang tak terlalu lebar.

Bentuk bangku belakang, dirancang dengan sudut yang tidak terlalu tajam. Langkah ini berujung pada kenyamanan tubuh, saat duduk walau harus menempuh perjalanan panjang. Namun sayang, akses ke bagasi tak bisa dilakukan dari bangku ini. Karena sandarannya, tak bisa dilipat agar ruang barang bisa bertambah luas.

Sepertinya hal ini sengaja dihadirkan Suzuki dengan penuh percaya diri, karena Ciaz memiliki kelapangan ruang bagasi terbesar dikelasnya, yakni 510 liter. Sementara Honda All New City hanya memiliki kapasitas sebesar 486 liter. 

Kenyamanan dari dalam kabin, berbanding lurus dengan ayunan suspensi yang dirasakan dari sedan yang dirakit di Thailand ini. Guncangan bodi akibat permukaan jalan tidak rata mampu diredam sempurna oleh Ciaz. Bahkan, redaman ini masih mampu menahan guncangan, ketika roda melewati lubang di jalanan yang cukup dalam. Suspensinya mampu menciptakan kenyamanan di kabin cukup baik, dengan minim guncangan.

Sayang, kenyamanan yang optimal ini harus berhadapan dengan sebuah konsekuensi. Saat melaju di kecepatan tinggi, pengemudi harus menghadapi ayunan suspensi yang terasa terlalu empuk. Meski tentunya tak sampai mengganggu stabilitas.

Ada hal yang dirasakan soal kemudi pada Ciaz. Rasio gerak setir terhadap roda dirasa terlalu besar. Agar pergerakannya lincah saat membelah kepadatan lalu lintas, pengemudi harus melakukan upaya menggerakan setir dengan sudut putar yang besar.  Namun, hal ini memberikan kenyamanan saat melaju kencang, karena respons setir tak langsung terasa di bodi.

Pada sektor sumber tenaga, Suzuki terlihat tak ingin merepotkan para konsumennya dengan tetap menggunakan mesin K14B yang sama digunakan pada Swift dan Ertiga. Artinya secara nasional, ketersediaan onderdil penggantinya pun mudah didapat baik di bengkel resmi atau di sentra onderdil tiap kota. 

Dapur pacu yang sudah teruji daya tahannya ini pun, juga turut menghadirkan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar. Mesin 4-silinder berkapasitas 1.373 cc dengan transmisi otomatiknya mampu meraih konsumsi 12,9 km/liter untuk lintas perkotaan yang padat. 

Sementara jika kecepatan rata-rata 90 km/jam di ruas jalan tol, tertera di layar Multi Information Display menunjukan 19,5 km/liter. Padahal Suzuki tidak menggunakan transmisi otomatis CVT yang notabene memiliki putaran mesin lebih rendah di kecepatan menengah ke atas.

Meski minim fitur dan bertenaga paling kecil dibanding para kompetitornya, namun Ciaz sanggup memberikan semua tuntutan yang dicari oleh konsumen kaum urban pengguna roda empat di Indonesia. Yakni sedan bertampang elegan dengan daya angkut maksimal namun tetap memberikan efisiensi biaya atas konsumsi bahan bakar dan perawatan dengan harga jual  yang terjangkau. 

Bisa jadi ke depannya sedan lima penumpang ini akan menjadi pelarian dari terbatasnya kabin pengguna hatchback atau malah menjadi alternatif pilihan dari Multi-purpose Vehicle (MPV) yang belakangan hanya menawarkan kelebihan daya angkut dengan kenyamanan seadanya meskipun harganya semakin mahal. 

Honda City

Al New Honda City, memang nama yang sudah melekat di benak konsumen tanah air. Konsistensi kehadiran yang tak terputus, menjadikan generasi keempat ini sudah lebih dikenal dibandingkan pendatang baru dari Suzuki. Beberapa fitur unggulan menyelimuti sedan yang dibanderol (on the road, Jakarta) mulai dari Rp 285,5 juta (tipe S M/T) hingga Rp 310 juta (tipe ES CVT). 

Tipe E CVT yang berbanderol Rp 310 juta, menawarkan fitur yang ditawarkan cukup banyak. Begitu memegang kunci, tak perlu lagi mengeluarkannya dari saku. Smart Key memang menjadi pembeda dibandingkan tipe lain di bawahnya yang masih menggunakan anak kunci (wave pattern). Membuka kunci pintu hanya menyelipkan tangan pada handel, sementara menguncinya cukup menekan tombol di handel tadi.

Otomatis, penganut kunci tipe ini pastinya menggunakan tombol Start/Stop Engine, seperti pada City ini. Hal lain yang terlihat modern adalah panel AC di dasbornya. Kenapa panel? Ya, karena tidak menggunakan tombol untuk menyalakannya. Melainkan Smart Touch yang baru akan tampak ketika kontak sudah ON. Menyalakannya, cukup disentuh seperti pada layar gadget.

Penyebaran AC ini juga cukup merata, hingga belakang, karena outlet tambahan pada konsol tengah disediakan untuk penumpang belakang. Ini juga salah satu cara memanjakan penumpang belakang pada bangku yang cukup nyaman. Memang jika diisi tiga orang penumpang, terasa kurang lega, namun fitur yang disediakan di sini cukup lumayan. Buat child seat, sudah ada theter ISOFIX, lantas armrest dengan tambahan dua cup holder. 

Bangku belakangpun bisa dilipat dengan konfigurasi 60:40, jika ruang bagasi dirasa kurang. Tak hanya mudah dilipat dari dalam kabin, melipat sandaran kursi belakang ini bisa dilakukan dari bagasi. Cukup tarik tuas saja sandaran akan terlipat. 

 

 

Sementara soal performa, adalah hal tak perlu diragukan pada All New Honda City. Tenaga terbesar di kelasnya, 120 dk/6.600 rpm dan torsi 145 Nm/4.600 rpm. Bersanding dengan transmisi CVT membuatnya sanggup melesat 11 detik mencapai 100 km/jam dari berhenti. Namun tetap bisa menjaga konsumsi bahan bakar 13,5 km/liter dan saat melaju di tol (rata-rata 90 km/jam) 19,8 km/liter.

Stabilitas cukup baik, hanya suspensinya terasa agak kaku, sebagai imbalannya. Meski ketika berada di jalan bumpy peredamannya masih tergolong cukup. Memang hal ini menciptakan konsep fun to drive yang benar-benar memanjakan pengemudinya.

Bagaimana tidak, selain stabilitas dan tenaganya, kelengkapan seperti Sport Mode dan paddle shift, membuat siapapun yang berada di balik kemudi merasakan keasyikan berkendara layaknya mobil sport, di sedan kecil ini. Selain itu, ketika akan mengemudi lebih santai, berbagai kemudahan cukup diraih dari lingkar setir. Seperti tombol audio serta Cruise Control. Peranti yang biasa terdapat pada kelas di atasnya. 

Fitur lain yaitu Hill Start Assist, yang mampu menjamin rem akan tertahan, sebelum mobil kembali melaju di tanjakan, merupakan salah satu yang membuat pengemudi merasa semakin nyaman.

Fitur keselamatan, selain rem dengan ABS, EBD dan Brake Assist, Vehicle Stability Assist, yang mampu mencegah understeer atau oversteer. Begitu juga dengan Brake Override System, ketika terjadi situasi pedal rem dan gas terinjak bersamaan, maka prioritas ada pada rem sehingga menjamin sedan dengan dua SRS Airbag (tipe ES CVT 6 buah) ini akan berhenti. 

Kesimpulan

Hadirnya Suzuki Ciaz, setidaknya menambah pilihan baru di kelas small sedan. Namun, pertarungan dengan 'lawan abadi'  di kelas yang meski sekarang bukan favorit ini, tetap sengit. Ciaz, hadir dengan harga yang lebih murah, juga dengan kelegaan kabin yang cukup signifikan ketimbang All New Honda City. Tetapi konsumen di kelas ini juga menjadikan performa sebagai 'idola'. Dari sisi ini Honda memiliki keunggulan ketimbang Suzuki. Apalagi berbagai fitur lebih menarik hadir pada All New Honda City, yang juga memiliki image lebih melekat, karena tidak pernah absen di pasar small sedan. Sementara Suzuki harus kembali menarik minat konsumen, untuk membayar ketidakhadirannya beberapa waktu silam. 

 
 
Related
Updates

otodriver.com