Car Review Indonesia

 
 
VERSUS : Toyota All New Sienta vs Honda Freed, Bagaimana Masing-Masing Rebut Konsumen Versus
| 14 April, 2016
 
 

VERSUS : Toyota All New Sienta vs Honda Freed, Bagaimana Masing-Masing Rebut Konsumen

 

Honda Freed kini mendapat Toyota Sienta yang merupakan lawan setimpal di pasar low MPV dengan model van pintu geser. Apa saja yang diandalkan keduanya demi merebut hati konsumen.

PT Toyota Astra Motor (TAM) telah resmi memperkenalkan All New Sienta, Kamis (7/4) lalu. Walau belum memiliki harga resmi di setiap variannya, namun TAM memberikan gambaran harga jual produk terbarunya berkisar mulai Rp 230 juta hingga Rp 295 juta untuk varian tertinggi.

Di pasaran tanah air, All New Sienta akan berhadapan langsung dengan Honda Freed – masih dipasarkan PT Honda Prospect Motor (HPM) hingga kini -  yang diluncurkan sejak 2008 silam. Saat ini, Honda Freed di banderol mulai dari Rp 273,3 juta dan yang tertinggi Rp 294,3 juta.

Keduanya berada di segmen model yang sama, low Multi-Purpose Vehicle. Carreview.id pun tertarik untuk membandingkannya secara virtual, sekadar memberikan gambaran singkat bagi para calon konsumen peminat kendaraan di kelas tersebut.

All New Sienta memiliki rentang harga yang terpaut cukup jauh dikarenakan TAM menghadirkan empat varian berbeda yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Mulai dari tipe terendah yaitu E, G, V dan Q.

Sementara di 2016, HPM hanya melansir dua varian Freed tipe S dan E.  

Desain

Toyota All New Sienta
Honda Freed

Secara garis besar, desainnya serupa. Yakni bonnet small van mesin depan, dengan mengandalkan pintu geser.

Urusan tampilan, Freed yang hadir terlebih dahulu hingga kini belum melakukan ubahan signifikan pada tampangnya. Versi facelift tak lebih dari penggantian grill yang berbeda motif dengan aksen krom yang elegan dan lampu depan reflektor dengan halogen. Di penampilan belakang, Freed cenderung memiliki desain lebih mengotak dengan dimensi yang membesar di buritan. Lantas lampu belakangnya pun kini sudah mengadopsi teknologi LED.

Sementara Sienta memberikan tampilan yang futuristik dengan aplikasi lampu utama LED dan DRL yang membingkai headlamp. Sienta hadir dengan desain membulat dan terkesan terkoneksi antara bagian kiri dan kanan melalui sebuah garis hitam. Lampu belakangnya lebih futuristik dengan LED yang membingkai dan mika reflektor Kristal.

Performa

Toyota 2NR-FE
Honda L15A

Keduanya memiliki kapasitas mesin yang bermain di kelas 1.500 cc. Freed masih mengandalkan mesin L15A dengan fitur bukaan katup masuk variabel (i-VTEC) yang cukup reliable di Indonesia dengan tenaga puncak di 118 dk dan torsi tertinggi 146 Nm. Sementara Sienta hadir dengan mesin baru 2 NR-FE berteknologi dual katup variabel (Dual VVT-i) namun hanya bertenaga maksimum 104 dk dan torsi maksimum 139 Nm.

Akomodasi

Jok Sienta dengan konfigurasi 50:50
Baris tengah Freed andalkan Captain Seat agar memudahkan pergerakan di dalam kabin
 

Meski akomodasi yang ditawarkan sama-sama tiga baris, namun kelapangan yang diberikan sungguh berbeda dengan konsep jok theatrical (bertingkat) yang digunakan Freed. Dengan model dasbor bertingkat yang landai cukup memberikan visual yang baik bagi penumpang depan. Meski tak seberapa, tetapi cukup membuat penghuni baris depan merasa lapang.

Di baris kedua, Freed mengandalkan jok tipe captain seat. Walau mengurangi kapabilitas angkut di tengah, namun cukup memberikan keleluasaan antarpenumpang mencari posisi duduk ternyaman tanpa mengganggu penumpang di sebelahnya.

Di baris terakhir, Freed menawarkan ruang kaki dan kepala yang cukup lapang bagi penumpang berpostur tinggi 165-170 cm.

Saat jok belakang dilipat, Sienta tawarkan ruang lantai yang rata

Sementara Sienta, meski memiliki dimensi lebih panjang 20 mm, namun dengan desain dasbor yang besar dan cukup tinggi justru tidak memberikan impresi yang lapang. Di bagian pengemudi sedikit janggal dengan posisi lingkar kemudi yang tidak lurus dengan tubuh pengemudi. Jika di teliti posisi setir agak bergeser sedikit ke kiri.

Pada bagian tengah, walau dirancang untuk tiga penumpang, namun jok terbagi dengan konfigurasi 50:50. Jika terisi penuh, ketiga penumpang baris kedua di tuntut untuk lebih toleransi dalam mencari posisi duduk yang paling nyaman.

Selisih tinggi mencapai 40 mm dengan Freed, ternyata cukup berefek pada kelapangan ruang baris ketiga. Sejatinya jika ingin mendapatkan kenyamanan, penumpang yang duduk di bangku paling belakang Sienta berpostur maksimal 150-160 cm.

Fitur

Pada Sienta tipe E dan G, AC masih menggunakan kenop putar
Dasbor landai dengan visual maksimal

Meski Freed dan Sienta bermain di rentang harga kurang dari Rp 300 juta, namun tidak berarti keduanya minim fitur. 

Di kedua tipenya, Freed menggunakan penggerak elektris untuk membuka pintu gesernya (power steering door). Namun pada tipe S yang lebih rendah, fitur ini hanya terdapat di pintu sebelah kiri. Berbeda dengan tipe lebih tinggi, E, fitur ini terdapat di kedua pintu geser.

Saat tutup bensin terbuka, pintu geser secara otomatis non-aktif

Selain itu terdapat fitur Fuel Lid Auto Lock Safety System yang terintegrasi dengan sistem PSD. Saat proses pengisian bahan bakar berlangsung, terbukanya tutup tanki membuat pintu geser otomatis tak dapat digunakan, alih-alih menjaga keamanan nosel pengisian bahan bakar.

Sistem penyejuk udara kabin telah mengadopsi model digital dengan fitur otomatis yang dengan sendirinya dapat menyesuaikan suhu kenyamanan kabin saat berkendara. Kedua tipe tersebut juga sudah mengaplikasikan penyejuk udara Double Blower yang memberikan kenyamanan bagi penumpang belakang. Peranti pemanja telinga mengandalkan headunit 2-DIN layar sentuh dengan steering audio control.

Sienta sebagai pendatang baru pun tak ingin kalah dengan menawarkan fitur yang mendukung kenyamanan dan menambah kenikmatan berkendara. Pintu geser dengan penggerak elektrik tersedia di kedua sisi untuk tipe G, V dan Q. Sementara khusus di dua tipe tertinggi V dan Q, telah menggunakan engine start/stop button.

Pada sektor hiburan berkendara, Sienta menggunakan headunit 2-DIN layar sentuh yang cukup besar, sekitar 7 inci. Lalu multi-switch steering control untuk pengaturan audio dan layar MID dari setir juga tersedia di semua tipe, kecuali E.

Meski masih mengadopsi sistem penyejuk udara konvensional dengan kenop putar pada tipe E dan G, namun mudah dijangkau dan ramah terhadap berbagai pengaturan. Pada tipe V dan Q, pengaturan Air Conditioner telah menggunakan sistem digital dengan layar.  Kecuali tipe E, seluruh varian Sienta mengandalkan AC Double Blower di tiap variannya untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang tengah dan belakang. 

Honda Freed walau masih serupa bentuknya sejak enam tahun lalu, secara jelas telah membuktikan durabilitasnya sebagai kendaraan angkut penumpang yang dapat diandalkan di segala kondisi lalu lintas perkotaan. Ketersediaan unit yang cepat pun menjadi sebuah nilai lebih bagi calon konsumennya.

Toyota All New Sienta, hadir dengan sepenuhnya baru. Meski memiliki kesamaan fungsional, namun bicara daya tahan, siapapun belum dapat membuktikannya. TAM sendiri belum memastikan harga resmi Sienta di setiap variannya hingga hari ini, Kamis (14/4). Konsumen pun dituntut sabar bila memiliki minat terhadap MPV ini. Pasalnya Toyota baru akan mendistribusikan Sienta secara perdana pada Juli mendatang bila melakukan pemesanan bulan ini. 

 

Tag : #toyota sienta  #honda freed  #toyota astra motor  #honda prospect motor  #sienta vs freed  #komparasi sienta freed 

Share this article

Updates

Car Review

Tentang CarReview.id

Car Review, disajikan bagi pengguna dan calon pengguna mobil di Indonesia. Di antara sekian banyak pilihan dan ragam mobil, kami mengerti kebutuhan Anda akan informasi yang detail terhadap mobil pilihan. Untuk itu kami memberikan referensi komparatif tentang seluk beluk mobil di Indonesia.. [lanjut]