Teknologi cruise control berkembang menjadi salah satu bagian dari sistem mobil otonom.

Cruise Control Vs Adaptive Cruise Control

 
Cruise Control Vs Adaptive Cruise Control

Teknologi cruise control berkembang menjadi salah satu bagian dari sistem mobil otonom.

Salah satu fitur kendaraan yang semakin sering dijumpai di pasar Indonesia adalah Cruise Control dan belakangan pun muncul Adaptive Cruise Control, seperti yang ada pada Mitsubishi Pajero Sport Dakar terbaru.

Selain ada persamaan nama, keduanya memiliki persamaan lainnya, yakni membebaskan tugas kaki menekan pedal gas. Fitur ini akan sangat terasa kehadirannya saat kita dihadapkan pada jalanan lurus dan relatif lengang.

Cruise Control sebenarnya telah dikenal sejak tahun 50-an. Chrysler Imperial diketahui merupakan mobil pertama yang menggunakan fitur ini. Fitur ini kurang dikenal di Indonesia, dikarenakan kondisi jalanan di Indonesia saat itu yang relatif sempit dan tidak bisa menggunakan, fitur ini secara optimal, sehingga Cruise Control dianggap mubazir.

Namun kondisi saat ini berbeda, terlebih dengan dibukanya Tol Trans Jawa yang memungkinkan sebuah mobil dipacu dalam kecepatan konstan selama berjam-jam dalam menempuh ratusan kilometer.

Saat cruise control diaktifkan, mobil akan berjalan konstan pada kecepatan tertentu, umumnya di atas 40 km/jam. Oleh sebab itu, fitur ini tidak digunakan pada jalanan yang berliku, turunan apalagi saat jalanan macet. Sedangkan di negara empat musim, cruise control tidak boleh diaktifkan saat jalanan bersalju karena mobil beresiko slip dan kehilangan traksi.

Cruise Control dikenal juga dengan nama speed control, autocruise dan lain sebagainya sesuai dengan parbikan mobil yang menggunakannya.

Pada perkembangannya, Cruise Control muncul dengan teknologi yang lebih maju. Fitur bernama Adaptive Cruise Control ini menggunakan laser dan sensor-sensor lain termasuk untuk melakukan pengereman secara otomatis.

Sistem dengan teknologi laser ini ditujukan untuk mendeteksi jarak dengan kendaraan lain yang berada di depan. Mobil akan mengerem ketika jarak mobil sudah terlalu dekat. Sebaliknya juga begitu, ketika mobil mendeteksi jarak yang terlalu jauh dengan kendaraan depannya, mobil akan menambah kecepatan.

Fitur ini disebut sebagai salah satu cikal bakal sistem pada mobil otonom, di mana salah satu dasar pengoperasian pada mobil otonom menggunakan panduan laser yang digunakan pada adaptive cruise control.

Adaptive Cruise Control menggunakan laser untuk mengkalkulasi jarak 

 

 
Related
Updates

otodriver.com