Dengan rem ABS, kita harus tetap menjaga jarak aman untuk pengereman

Jangan Salah....ABS Tidak Menjadikan Rem Lebih Pakem

 
Jangan Salah....ABS Tidak Menjadikan Rem Lebih Pakem

Dengan rem ABS, kita harus tetap menjaga jarak aman untuk pengereman

Hampir semua mobil modern dilengkapi dengan teknologi ABS (Anti-lock Braking System). Namun tak sedikit pula orang yang beranggapan bahwa dengan kehadiran sistem ABS ini maka rem jadi lebih ‘nggigit’ alias pakem sehingga jarak pengereman jadi lebih pendek.

Dapat dibayangkan bahaya yang mengancam jika seorang pengemudi menjadi terlalu percaya diri lantaran kehadiran sistem ABS ini, sehingga mengabaikan jarak aman pengereman.

Kehadiran ABS adalah untuk mencegah roda terkunci saat direm penuh. Dengan demikian kendaraan masih dapat dikendalikan untuk menghindar dari tabrakan.

Kinerja ABS terasa pada saat terjadi pengereman berat yang ditandai dengan pedal rem terasa berdenyut bahkan seperti tidak memberikan respons sesuai dengan kuatnya kaki menginjak pedal.

Jangan panik teruslah menginjak rem dan berkonsenterasi pada kemudi untuk melakukan manuver menghindar.

Mengapa demikian? Sistem pada ABS melakukan ‘buka-tutup’ pada sistem rem, sehingga roda tidak bisa mengunci karena pengereman. Karena roda masih menggelinding, maka bisa dikendalikan untuk menghindar.

Kehadiran sistem ABS biasanya diikuti dengan kehadiran EBD (Electronic Brake-force Distribution). Sistem ini mendistribusikan daya pengereman yang tepat diantara roda depan dan belakang, dan roda kanan dan kiri sesuai dengan kondisi pengendaraan. 

Sistem ini mengatur daya pengereman roda-roda depan dan belakang sesuai dengan beban pada kendaraan, atau fluktuasi beban yang berkaitan dengan deselerasi.

Sayang sekali fitur keselematan ini belum menjadi standar keselamatan untuk kendaraan penumpang di Indonesia. Padahal menurut data dari Bosch dan Universitas Indonesia kehadiran ABS bisa menekan terjadinya kecelakaan hingga 27%. 

 

 
Related
Updates

otodriver.com