Keajaiban bahan polymer dengan kekuatan 5 kali dari baja.

Karbon Kevlar merupakan material modern yang menyuguhkan kekuatan luar biasa namun dengan bobot yang ringan.

Selain itu, kekuatan Kevlar diperkirakan lima kali lebih kuat dari baja, dengan bobot yang sama. Sehingga Kevlar pun menjadi bahan yang digunakan secara luas di bidang industri militer dan kemudian merambah industri otomotif termasuk dirgantara.

Dilihat dari jejak sejarahnya, Poly-paraphenylene terephthalamide atau Kevlar merupakan material serat fiber aramid yang ditemukan oleh Stephanie Kwolek, saat bekerja di DuPont pada 1965.

Kwolek dan timnya mencari serat baru yang ringan namun kuat untuk digunakan pada ban. Tujuannya adalah mendapatkan bobot ringan sehingga mendapatkan penggunaan bahan bakar yang lebih ekonomis.

Hingga pada suatu ketika Kwolek mendapatkan suatu formulasi dengan wujud keruh. Sayang tampilan material ini tidak seperti yang diinginkan oleh DuPont, bahkan nyaris dibuang. Namun Kwolek bersikeras untuk melakukan pengujian dengan membujuk ilmuwan lainnya yakni Charles Smullen.

Hasilnya cukup mengejutkan bahwa kemampuan serat tersebut jauh melampaui ekspetasi yang ada. Bahkan DuPont mengatakan bahwa penemuan racikan polymer ini akan merubah wajah industri di masa depan.

Seperti tujuan semula, penggunaan Kevlar secara komersial pertama kali dilakukan pada industri ban. Di mana kehadirannnya menggantikan fungsi steel belt dan nylon belt terlebih pada ban hi-performance.

Dalam perkembangannya, Kevlar mulai digunakan pada industri mobil. Motif sisik pada Kevlar yang semula banyak disembunyikan di bawah lapisan cat, belakangan ini malah menjadi trend yang mulai menghiasi interior bahkan eksterior di hampir semua jenis kendaraan. Bahkan salah satu model konsep Lamborghini yakni Sesto Elemento menggunakan 100% rangka dan kulit (body sheet) dari bahan Kevlar.

Lamborghini Sesto Elemento
Eksterior dan interior Sesto Elemento mayoritas dari bahan kevlar
 
Motif sisik semakin banyak dipergunakan sebagai pemanis interior mobil