Ban memegang peran penting dalam berkendara. Namun, tidak banyak yang mengetahui berapa umur pakai ideal si karet bundar ini. Beberapa informasi berikut bisa jadi paremeter umur pakai ban.

Berapa Tahun Umur Pakai Ban, Benarkah Ada Kedaluwarsa? Ini Jawabnya

 
Berapa Tahun Umur Pakai Ban, Benarkah Ada Kedaluwarsa? Ini Jawabnya

Ban memegang peran penting dalam berkendara. Namun, tidak banyak yang mengetahui berapa umur pakai ideal si karet bundar ini. Beberapa informasi berikut bisa jadi paremeter umur pakai ban.

Tidak seperti makanan kaleng yang tertera tanggal kedaluwarsa pada kemasan, ban tidak mencantumkan tanggal apkir di produknya. Namun bukan berarti si karet bundar tak punya umur pakai.

Setiap ban terdapat kode khusus pada dinding ban sebagai 'akta kelahiran'nya.

“Terdapat susunan huruf dan angka, menunjukkan waktu pembuatan ban,” tutur Ari Hartono dari Arto Teko Ban, yang bermarkas di wilayah Jakarta Barat.  Iapun menunjukkan sederetan huruf dan angka yang berjejer di dinding ban.

“Semisal tertulis LJ2607. Kita bisa abaikan kode huruf LJ itu, karena merupakan kode internal dari masing-masing pabrik ban,” jelas Ari. “Yang perlu diperhatikan adalah angka di belakangnya. Angka 26 menunjukkan bahwa ban tersebut dibuat pada minggu ke 26 di tahun 2007,” papar pria berdarah Jawa Tengah ini. 

Dengan berpatokan dengan angka pembuatan tersebut, diketahui ban sudah berumur 8 tahun.

Parameter lain bisa juga dilakukan.  “Tiap perusahaan memiliki batasan sendiri, soal kedaluwarsa ban,” tutur Slamet Praptono, Technical Support, PT Multistrada Arah Sarana, selaku pemegang merek Achilles.

“Biasanya umur 3 tahun sudah bisa dikatakan berada di wilayah warning (peringatan). Karena pada umumnya kompon karet ban sudah mengalami pengerasan,” lanjutnya. Jadi, jika sudah berumur 3 tahun lebih, lantas tak layak pakai?

“Tidak selalu demikian, karena kondisi ban sangat tergantung dengan kelembaban dan kondisi iklim yang ada,” sambungnya. Slamet mengatakan, selama permukaan ban masih kenyal dan tidak retak, maka ban tersebut bisa dikatakan masih layak. "Bahkan bisa saja kondisi ban ini tetap baik, meski lebih dari 3 tahun,” ujarnya.

Parameter selanjutnya adalah jarak tempuh. “Dalam pemakaian normal, oleh pabrikan ban diberi jarak tempuh maksimal yakni 40 ribu km,” tutur Ferry Adriansyah dari Waroeng Ban, di wilayah  Jakarta Timur.

“Namun itu berupa parameter saja, karena tak jarang kita menemui ban dengan kondisi layak, sudah dipakai lebih dari 40 ribu km,” jelasnya. “Namun bisa juga sebaliknya. Kurang dari jarak itu, namun kondisinya memble,” kekeh Ferry. 

Jadi dapat disimpulkan, umur ban dilihat dari kondisinya. Jika masih kenyal dan tidak ada retak, bisa tetap digunakan. 

Namun, jika sudah terlalu getas, sebaiknya segera diganti. Terutama jika kembang ban sudah menyentuh TWI (Tread Wear Indicator) yang ada di antara kembang ban. Tak bisa ditawar lagi, harus segera ganti ban.

TWI di antara lajur ban, jika sudah sama tinggi dengan kembang ban, segera ganti ban.

 

 

 
Related
Updates

otodriver.com