Awalnya butuh penyesuaian untuk mengetahui kelebihan transmisi manual yang 'otomatik' ini. Meski sedudahnya, menjelajah lebih dari 1.000 km menjadi sangat menyendangkan.

Pengalaman Unik Mengemudikan Ignis Transmisi AGS

 
Pengalaman Unik Mengemudikan Ignis Transmisi AGS

Awalnya butuh penyesuaian untuk mengetahui kelebihan transmisi manual yang 'otomatik' ini. Meski sedudahnya, menjelajah lebih dari 1.000 km menjadi sangat menyendangkan.

Dalam satu kesempatan kami menempuh perjalanan lebih dari 1.000 km dengan menggunakan Suzuki Ignis bertransmisi Automated Gear Shift  (AGS). Perjalanan Jakarta-Yogyakarta ini ditempuh melalui jalur selatan dengan medan beragam. Sedangkan perjalanan pulang kembali ke Jakarta, ditempuh melalui Tol Trans Jawa melalui Bawen, Semarang.

Salah satu yang menarik dari perjalanan ini adalah ini merupakan pengalaman pertama saya dalam menggunakan jenis Transmisi Automatic Manual Transmission (AMT) atau yang dinamakan AGS oleh Suzuki.

Pada awalnya, melihat tuas matik tanpa huruf P memang terasa ganjil, sehingga sering kali saya salah posisikan ke posisi R, pada posisi paling atas, seperti posisi P pada transmisi otomatik pada umumnya. Akibatnya, mesin tak akan bisa dihidupkan, ketika posisi tuas di R. Mesin Ignis hanya bisa dihidupkan pada posisi N. Untuk hal ini, perlu sedikit adaptasi saja, pengendara akan terbiasa dengan posisi tuas di Ignis AGS ini.

Posisi R sering salah dikira P

Tetapi, penyesuaian yang sesungguhnya ada saat mengendara. Saat menjelajah kemacetan, tidak ada yang terlalu dikhawatirkan. Boleh dikatakan tak ada beda yang cukup signifikan dengan jenis girboks matik umumnya, walau terkadang masih terasa entakan yang lebih keras terutama pada saat perpindahan gir dalam kecepatan rendah.

Namun ketika digunakan pada jalanan yang relatif lancar, ada sedikit 'keunikan' dari transmisi AGS-nya. Misalkan, ketika jika mengemdudi seperti membawa mobil matik 'biasa' dengan pedal gas ditekan terus ketika berakselerasi, maka akan terasa ada ‘lag’ atau jeda sesaat ketika terjadi perpindahan gigi.

Tak perlu bingung berkepanjangan, ada trik tersendiri yang bisa dilakukan. Cukup mengangkat pedal gas sebelum perpindahan gigi terjadi, kira-kira di putaran mesin 2.000 rpm. Dengan mengangkat pedal gas, perlakuan ini seperti ketika menginjak pedal kopling saat memindahkan persneling manual.

Lain halnya saat akan mendahului kendaraan dengan bodi panjang semisal truk gandeng. Lebih nyaman menggunakan mode M (manual). Cara ini juga akan mempertahankan posisi persneling, seperti menekan tombol 'HOLD" pada fitur transmisi otomatik.

Atau, tetap menggunakan mode manual tadi, dan lakukan perpindahan secara manual, dengan memindahkan tuas ke bawah (+) untuk menaikkan percepatan, atau mendorong tuas ke depan untuk mengurangi percepatan atau downshift (-).

Gunakan mode M pada saat mendahului kendaraan panjang, tanjakan dan turunan

Begitu pula ketika meluncur di jalan menurun. Jika jalan menurun semakin curam, gunakan juga mode manual (M) ini, untuk mendapatkan efek engine brake.

Jika sudah beradaptasi dan mengerti penggunaan transmisi AGS Suzuki Ignis, tentu kenyamanan berkendara sudah bisa didapatkan dari mobil berkapasitas 1.200 cc ini.

Huruf P tak nampak pada shiftgate
Mesin 1.200 cc terasa bertenaga dengan transmisi AGS

 

 
Related
Updates

otodriver.com