Fitur lampu ketiga ini telah menjadi standar di berbagai negara maju sejak tiga dasawarsa silam.

Third Brake Lamp Apakah Penting?

 
Third Brake Lamp Apakah Penting?

Fitur lampu ketiga ini telah menjadi standar di berbagai negara maju sejak tiga dasawarsa silam.

Keselamatan berkendara adalah segala-galanya. Salah satu kecelakaan yang paling sering terjadi adalah tabrak dari belakang. Masalah ini terjadi tak hanya di Indonesia, namun juga didapati di seluruh dunia.

Salah satu upaya yang ditempuh untuk mengurangi kejadian tabrak belakang ini adalah dengan memasangkan Third Brake Light atau yang disebut sebagai Third brake lamp ataupun Centre high mount stop lamp (CSML). Mengacu pada CMSL, posisi lampu rem ketiga ini berada di atas posisi lampu belakang.

Lampu ini ditempatkan di posisi tinggi sehingga pengemudi dengan mobil yang lebih tinggi dapat melihatnya. Dan juga lebih mudah terlihat dari jauh.

Seperti dilansir oleh chicagotribune.com pada 2016 silam, menyebutkan 30 tahun setelah lampu ini ditetapkan sebagai standar keselamatan tepatnya pada 1986, prosentase terjadi kecelakaan tabrak belakang menurun angkanya. Berdasarkan data asuransi di Amerika, terdapat penurunan klaim sebesar 35%.

Standar keamanan baru ini kemudian diterapkan oleh Australia dan New Zealand sejak 1990 dan negara-negara Eropa baru 1998.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Hampir semua kendaraan di Indonesia sudah dilengkapi dengan fitur ini. Namun tetap saja beberapa mobil laris seperti Toyota Calya-Sigra belum dijadikan standar.

“Saat kita melakukan survey market (untuk Calya), memang customer sudah cukup dengann lampu rem standard saja,” tutur  Product Knowledge Planning Division PT Toyota Astra Motor, Gandhi Ahimsa Putra.  “Namun bisa saja akan menjadi standar, hal tersebut tergantung pada survey pasar dan kebutuhan konsumen,” tutupnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa di Indonesia, CMSL belum ditetapkan sebagai standar keamanan.

Diharapkan lampu ini bisa menjadi standar berkendara di Indonesia. Karena dari hari ke hari populasi mobil di Indonesia kian banyak dan diperlukan proteksi yang lebih

 
Related
Updates

otodriver.com