Akankah aliansi ini menemui babak baru setelah kasus Carlos Ghosn?

Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Pecah?

 
Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Pecah?

Akankah aliansi ini menemui babak baru setelah kasus Carlos Ghosn?

Skandal keuangan yang menghantam aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi beberapa waktu lalu telah menyeret pemerintah Jepang dan Perancis untuk turun tangan.

Seperti dilansir Automotivenews (30/11), melaporkan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan membahas masalah ini saat bertemu di KTT G20 di Argentina.

Kemelut yang terjadi pada tubuh Aliansi ini menyeret Pemerintah Prancis karena kepemilikan saham sebesar 15 persen di Renault. Sedangkan Renault mengendalikan Nissan dengan 43 persen sahamnya dan Nissan memegang 15 persen saham di Renault.

Pemerintah Prancis menyatakan ingin tetap mempertahankan struktur modal dengan komposisi yang ada saat ini. Bahkan Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire berbicara pada salah satu stasiun Televisi Perancis bahwa ia dan Menteri Perindustrian Jepang Hiroshige Seko telah sepakat bahwa menjaga struktur modal aliansi yang ada. Namun Seko telah membantahnya dan mengirim surat protes kepada Le Maire mengenai klaimnya tersebut.

Pada 2015, Macron menginstruksikan pemerintah Prancis untuk menambah sahamnya di Renault menjadi 15 persen. Kepemilikan pemerintah Prancis pada Renault sepertinya telah menjadi kekhawatiran Nissan bahwa Prancis terlalu banyak pengaruh atas ekonomi Jepang.

Dua pabrikan Jepang dalam aliansi yakni Nissan dan Mitsubishi telah memutuskan untuk mencopot Ghosn dari jabatannya selaku CEO kedua pabrikan tersebut. Sedangkan Renault masih mempertahankan pria berdarah Libanon dan Brazil ini sebagai CEO di pabrikan Prancis tersebut.

 
Related
Updates

otodriver.com