Sikap Renault ini berpotensi menimbulkan keretakan dalam aliansi. Apa sebabnya?

Berbeda Dengan Mitsubishi dan Nissan, Renault Justru Mempertahankan Carlos Ghosn

 
Berbeda Dengan Mitsubishi dan Nissan, Renault Justru Mempertahankan Carlos Ghosn

Sikap Renault ini berpotensi menimbulkan keretakan dalam aliansi. Apa sebabnya?

Nissan dan Mitsubishi telah mengambil sikap tegas pada Carlos Ghosn sehubungan dengan kasus penggelapan laporan keuangan yang dilakukannya. Namun Renault mengambil langkah berbeda dalam menyikapi masalah ini.

Alliansi asal Prancis ini mengambil langkah berbeda dengan mempertahankan Ghosn sebagai chairman and chief executive Renault. Walau saat ini posisi orang terkuat dalam Alliansi Renault-Nissan-Mitsubishi ini ditangkap oleh kejaksaan Jepang.

Seperti dilansir dari theguardian.com (20/11), dewan Renault telah mengambil langkah dengan mempromosikan Thierry Bollore, kepala eksekutif Renault untuk menjabat posisi Ghosn untuk sementara.

Dalam sebuah pernyataan pertemuan dewan, Renault mengatakan bahwa dewan tidak dapat mengomentari bukti yang dikumpulkan mengenai perkara Ghosn oleh Nissan dan otoritas peradilan Jepang.

Lebih jauh lagi, Renault meminta Nissan untuk berbagi semua bukti melawan Ghosn atas dasar prinsip transparansi, kepercayaan dan saling menghormati yang ditetapkan dalam Piagam Aliansi.

Akan tetapi, pemerintah Prancis sebagai pemegang saham Renault sebesar 15% telah mengatakan sikapnya. Melalui Bruno Le Maire selaku Menteri Keuangan Prancis berbicara bahwa Carlos Ghosn harus menggundurkan diri dari posisinya di merek yang sudah bertahan 119 tahun tersebut. “Carlos Ghosn tidak lagi berada dalam posisi yang tepat untuk memimpin Renault,” kata Le Maire kepada Radio France Info.

Kejatuhan Ghosn diperkirakan memicu keretakan antara Jepang dan Perancis untuk mengontrol aliansi. Saat ini, Renault memiliki 43,4% dari Nissan, sementara Nissan 15% Renault dan 34% Mitsubishi.

Dampak dari skandal Ghosn, saham Nissan jatuh di Tokyo pada hari Selasa, berakhir hampir 5,5% dan menarik indeks Nikkei ke level terendah tiga minggu. Saham Renault turun 1,2% lagi, setelah kehilangan lebih dari 8% pada hari Senin lalu.

Carlos Ghosn dituduh telah melakukan rekayasa pada penghasilannya dengan hanya melaporkan setengah dari gaji sebenarnya selama lima tahun masa jabatannya di aliansi. Selain itu Ghosn dituduh pula menggunakan aset perusahaan untuk keperluan pribadi.

 
Related
Updates

otodriver.com