Ada cukup alasan mesin di kategori ini perlu pelumas dengan SAE 0W-20, hal ini membuat Castrol turut serta meluncurkan oli yang digunakan sebagai pelumas standar beberapa mobil LCGC ini.

Castrol : Hal Inilah Yang Sebabkan Mesin LCGC Perlu Oli SAE 0W-20

 
Castrol : Hal Inilah Yang Sebabkan Mesin LCGC Perlu Oli SAE 0W-20

Ada cukup alasan mesin di kategori ini perlu pelumas dengan SAE 0W-20, hal ini membuat Castrol turut serta meluncurkan oli yang digunakan sebagai pelumas standar beberapa mobil LCGC ini.

Konsep mobil Low Cost Green Car (LCGC), membuat mobil di kelas ini memiliki kenaikan penjualan paling fenomenal dan signifikan di Indonesia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) di tahun 2016, penjualan LCGC naik lebih dari 44% dan menyumbang 22% dari total penjualan mobil di tahun 2016.

Mesin LCGC merupakan mesin kecil dengan kapasitas 1.000 hingga 1.200 cc, tentunya berbagai teknologi pada mesin tersebut, harus bisa memberikan performa yang baik sekaligus konsumsi bahan bakar irit.

Oleh karenanya, dibutuhkan oli mesin yang mampu mendukung kebutuhan mesin tersebut, seperti pada LCGC lansiran Astra, seperti Agya/Ayla dan Calya/Sigra menggunakan oli dengan SAE grade 0W-20.

"Mesin LCGC di Agya dan Calya menggunakan oli dengan grade tersebut karena dengan kekentalan oli seperti itu (encer) sangat membantu mesin untuk bekerja lebih ringan dan dapat masuk ke dalam jalur oli dengan lebih baik.," jelas Gandhi Ahimsaputra dari Product Knowledge Head, PT Toyota Astra Motor (TAM).

Namun jika dilihat di toko atau retail oli, spesifikasi oli seperti  ini termasuk yang belum umum ditemui dan sedikit sulit didapati di pasaran pada saat ini.

Nampaknya Castrol cukup tanggap membaca situasi pasar saat ini dan juga melihat peluang besar dengan populasi mobil di kelas tersebut yang semakin meningkat itu. Produsen oli multinasional dari Inggris ini menggambil peluang  dengan memperkenalkan Castrol Magnatec Stop-Start 0W-20.

Tak hanya sekedar melengkapi jajaran produknya, namun Castrol ingin berbagi pengalaman dan kesuksesannya pada produk  pelumas terdahulunya dengan menambahkan molekul pintar yang mampu melapisi perangkat bergerak pada mesin, sehingga gesekan dan keausan pada mesin dapat diminimalisir.

“Produk kami ini melengkapi portofolio dari Castro Magnatec yang sebelumnya sukses di Indonesia. Oli ini merupakan solusi untuk kebutuhan unik mesin mobil LCGC yang memiliki volume mesin kecil yang presisi untuk menghadapi kondisi jalanan Indonesia yang banyak menemui stop and go,” jelas Deananda Sudijono, Country Marketing Manager Castrol Indonesia di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (9/5).

Kondisi jalanan di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan yang kerap terjadi kemacetan, memiliki suhu udara berkelembaban tinggi, serta tingkat penguapan yang tinggi menjadi tantangan bagi Castrol.

Namun untuk menjawab cuaca ekstrem dan kondisi jalan yang cukup padat, Castrol Magnatec Stop-Start telah melalui uji mesin OM646LA yang merupakan bagian dari spesifikasi industri terbaru yang meneliti keausan akibat kondisi jalan berhenti-jalan.

Dari hasil tes tersebut oli Castrol memiliki hasil 20% lebih baik dibandingkan batas tertinggi dalam tes ini.

Sayang sekali, pihak Castrol belum melansir harga eceran pada oli yang saat ini baru tersedia dalam kemasan 1 liter saja tersebut. 

 

 
Related
Updates

otodriver.com