Perjalanan Suzuki Carry sepertinya tak akan mulus lagi di pasar Indonesia. Apa penyebabnya?

Inikah Akhir Perjalanan Suzuki Carry di Indonesia?

 
Inikah Akhir Perjalanan Suzuki Carry di Indonesia?

Perjalanan Suzuki Carry sepertinya tak akan mulus lagi di pasar Indonesia. Apa penyebabnya?

Suzuki Carry Futura merupakan mobil komersial yang telah melegenda di tanah air meskipun diedarkan sejak tahun 1991 silam.

Hanya saja, nasibnya kini tak semujur satu dekade kemarin. Kini, posisi pick up bervolume mesin 1.500 telah di ujung tanduk. Posisinya terancam lantaran diberlakukannya standar emisi Euro 4 di Indonesia pada 1 Oktober lalu, padahal PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) masih mengandalkan mesin G15A yang hanya mengantongi sertifikasi Euro 2 untuk Carry.

Walau demikian, SIM sepertinya berupaya mencari jalan keluar supaya pick up yang jadi salah satu tulang punggung jualannya ini tetap eksis. “Kami bersama dengan beberapa merek lain telah mengajukan permohonan ke Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup agar kita memperbarui sampai akhir Maret 2019,” ungkap Shodiq Wicaksono, Deputy Director Procurement, PPC, QA & DD Division PT Suzuki Indomobil Motor.

Menurut Shodiq, mengubah standar emisi dari Euro 2 ke Euro 4 bukanlah perihal yang gampang. Butuh beberapa penyesuaian yang cukup signifikan untuk ke arah itu. “Jika ingin mempertahankan mesin G15A, maka terlalu mahal. Opsi ganti mesin pun menjadi hal yang masuk akal,” imbuhnya.

“Hanya saja, untuk ganti mesin tidak juga semudah membalikkan telapak tangan. Butuh tes panjang untuk mendapatkan kinerja optimalnya,” ungkapnya ketika ditemui di Cikarang, Jawa Barat, Senin (22/10).

Suzuki Carry Futura merupakan model terlaris dalam line up komersial yang dimiliki oleh pabrikan berlambang S di Indonesia ini. Pada bulan September 2018 ini saja, Futura telah terjual sebanyak 3.378 unit dan menyumbang 52% total penjualan Suzuki di bulan yang sama.

 
Related
Updates

otodriver.com