Alarm kendaraan, boleh dibilang alat keamanan yang sifatnya pasif saja. Tetapi, kini sudah cukup banyak perangkat berbasis GPS, yang kerap disebut GPS Tracker. Berikut ini beberapa tips memilihnya.

Peranti Keamanan Ini, Bisa Melacak Dan Mematikan Mobil Dari Jarak Jauh

 
Peranti Keamanan Ini, Bisa Melacak Dan Mematikan Mobil Dari Jarak Jauh

Alarm kendaraan, boleh dibilang alat keamanan yang sifatnya pasif saja. Tetapi, kini sudah cukup banyak perangkat berbasis GPS, yang kerap disebut GPS Tracker. Berikut ini beberapa tips memilihnya.

Sebagian besar pemilik mobil, menganggap mobil kesayangannya sebagai aset atau investasi. Berbagai upaya dilakukan agar mobil terjamin keamanannya. Umumnya, melengkapi dengan alarm adalah hal utama. Tetapi, alarm tentunya sifatnya pasif, ketika mendapat ‘gangguan’ yang membuat sensor gerak bekerja, atau upaya membuka pintu secara paksa, barulah alarm akan menyalak.

Namun, akhir-akhir ini cukup marak dipasarkan perangkat pelindung kendaraan yang berbasis GPS, kerap disebut GPS Tracker. Dari sekian banyak alat tersebut, apa saja yang perlu diketahui pemilik kendaraan saat memilih GPS Tracker tersebut?

“Pastikan memiliki fitur yang lengkap, tidak hanya dapat memantau atau melacak kendaraan saja, Tetapi dapat memantau rute perjalanan selama beberapa bulan terakhir, kecepatan, mendengar suara dalam kabin, sensor batas kecepatan, tombol darurat (SOS), Engine Cut-Off, mematikan mesin dari jarak jauh, sensor mesin kendaraan (baik saat hidup maupun mati), dan lain sebagainya.” ujar Ade Habibie, Chief of Media and Brand Activation, PT Super Spring, di sela malam penganugerahan Top Brand 2019 di Jakarta Selatan, Selasa (20/8) lalu.

 Ia juga menyarankan agar memastikan GPS Tracker yang dipilih tersebut, mempunyai kemampuan pelacakan real time dan keakuratan posisi kendaraan saat itu juga. “Jangan sampai saat kita perlu mengejar kendaraan yang diambil maling, kita kesulitan karena tidak real time,” lanjut lelaki berkacamata itu.

Ade Habibie. Pastikan mempunyai server sendiri

Sebaiknya memilih GPS Tracker yang telah dilengkapi sistem monitoring yang mudah dipahami dan aplikasi yang bisa diakses di PC maupun Smartphone. Kemudian juga memiliki histori lengkap kendaraan dan bisa di-download dengan format yang mendukung serta bisa dicetak di atas kertas, sehingga bisa dijadikan bukti valid atas aktivitas kendaraan.

Hal lain yang tak kalah penting, adalah GPS Tracker tersebut mempunyai Server Center sendiri, dikelola oleh perusahaan tersebut. Jadi calon pengguna harus memastikan hal itu. Usahakan tidak memilih GPS Tracker yang servernya menyewa pada penyedia hosting, bahkan ada juga yang menumpang di hosting gratisan.

Sebab, jika GPS Tracker tidak memiliki server sendiri, kuota penyimpanan pada server sangat minim sehingga waktu akses akan lebih lambat, karena server yang digunakan segala macam data dan traffic yang tinggi bersamaan pengguna lain, yang memang tidak difokuskan untuk GPS.

Kemudian karena server bukan milik sendiri, maka konsumen akan dikenai biaya. Memang awalnya akan ada penawaran berupa uji coba gratis untuk sebulan atau setahun pertama, namun selanjutnya akan dikenakan biaya.

Pastikan juga perusahaan GPS Tracker tersebut konsisten dalam penjualan produknya. Sehingga disarankan memilih perusahaan yang cukup lama beroperasi di Indonesia. Cukup penting, perhatikan izin resmi dan sertifikasi Postel. Jangan sampai IMEI pada GPS terblokir karena masuk ke Indonesia secara ilegal atau tidak resmi.

Jangan mudah tergiur dengan harga murah. Yang terpenting pelayanan after salesnya. Seperti memiliki layanan support 24 jam dan layanan bantuan teknis yang tersedia di banyak kota.

Salah satu penerima Top Brand Award 2019, adalah PT Super Spring yang memasarkan GPS Tracker di Indonesia. Setelah di tahun lalu mendapat gelar yang sama, produk GPS Tracker dari perusahaan yang sudah 11 tahun beroperasi ini, cukup diminati.

 
Related
Updates

otodriver.com