Dengan fasilitas part by part, industri dapat melibatkan peran industri dalam negeri, sebagai vendor dalam pemasok komponen kendaraan ini.

Seperti Ini Strategi Perakitan Esemka Guna Mencapai Local Content Besar

 
Seperti Ini Strategi Perakitan Esemka Guna Mencapai Local Content Besar

Dengan fasilitas part by part, industri dapat melibatkan peran industri dalam negeri, sebagai vendor dalam pemasok komponen kendaraan ini.

Pro dan kontra akan kehadiran Esemka sebagai mobil bikinan dalam negeri telah memicu polemik tersendiri. Kementrian Perindustrian (kemenperin) pun akhirnya angkat bicara mengenai perihal tersebut.

Diwakili Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Putu Juli Ardika memaparkan fasilitas Esemka dalam proses produksi kendaraannya. “Esemka menggunakan fasilitas perakitan part by part, yang artinya dirakit dengan berbagai komponen yang dibuat dari pabrikan dari dalam maupun luar negeri,” terang Putu, di Jakarta Pusat (11/09).

“Mobil ini bukan CKD (Completely Knock Down) ataupun IKD (Incompletely Knock Down), namun Part By Part sehingga import tidak besar dan lebih banyak mengandalkan produk dalam negeri dalam proses manufakturnya,” imbuhnya.

Dikabarkan bahwa Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN) Produk besutan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) ini telah mencapai 60% dan telah menggandeng sejumlah kerjasama dengan pemasok lokal termasuk telah mengadakan penjajagan dengan Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) dan Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKO).

 
Related
Updates

otodriver.com