Tingkat kandungan lokal diperbanyak membuat produk Toyota lebih kompetitif.

Toyota Indonesia Tingkatkan Kandungan Lokal Produknya

 
Toyota Indonesia Tingkatkan Kandungan Lokal Produknya

Tingkat kandungan lokal diperbanyak membuat produk Toyota lebih kompetitif.

Kondisi ekonomi makro dunia merupakan tantangan tersendiri bagi kinerja ekspor otomotif dalam negeri. Menyikapi hal tersebut Toyota memandang bahwa daya saing industri menjadi kunci untuk bisa bertahan bahkan memenangkan persaingan. Salah satunya dengan melakukan peningkatan kandungan lokal.

“Peningkatan kandungan lokal murni (true localization) produk yang dimulai dari penggunaan sumber material dalam negeri, menjadi upaya yang fundamental untuk menjaga daya saing. Di saat yang sama, kegiatan tersebut dapat membantu menekan impor raw material sehingga dapat memberi sumbangan terhadap kestabilan neraca perdagangan terutama di sektor komponen otomotif,” tutur Bob Azam. Direktur Administrasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dalam siaran pers (01/02)

Neraca perdagangan di sektor hilir yang positif masih menyisakan pekerjaan rumah di dunia industri otomotif nasional karena pada kenyataanya neraca perdagangan di sektor hulu rantai suplai otomotif terutama di level pemasok komponen lapis ke 2 dan 3 masih negatif.  Salah satu penyebab permasalahan ini adalah masih banyaknya bahan mentah dan bahan baku industri manufaktur otomotif yang bersumber dari material impor.  Hal inilah yang kemudian turut memengaruhi (Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri) TKDN produk otomotif Indonesia. Dengan banyaknya material impor, menjadikan TKDN murni atau “true localization” tidak setinggi yang harapkan.

Soal upaya memperbaiki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) murni/true localization, sejak tahun 2004, TMMIN telah menggunakan baja lokal untuk bagian-bagian kendaraan tertentu. Di tahun 2017, dua jenis bahan mentah yaitu resin, bekerjasama dengan  PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), dan non-wovenfabric, bekerjasama dengan PT Herculon Carpet, telah berhasil dilokalkan, setelah sebelumnya di tahun 2016, bekerjasama dengan PT Pertamina, melokalkan engine oil lubricant. Saat ini TMMIN sedang dalam proses riset dan pengembangan penggunaan aluminium lokal untuk dipergunakan pada velg (wheel disc) bekerjasama dengan INALUM dan Pako. TKDN murni produk Toyota berada di angka 65%. Kedepannya, Toyota menargetkan bisa mencapai true localization hingga level 80% di tahun 2020.

 

 
Related
Updates

otodriver.com