Dengan harga Rp 318 jutaan, Wuling Almaz menawarkan fitur berlimpah dan pengendalian yang sangat baik.

First Drive : Wuling Almaz, Di Luar Ekpektasi

 
First Drive : Wuling Almaz, Di Luar Ekpektasi

Dengan harga Rp 318 jutaan, Wuling Almaz menawarkan fitur berlimpah dan pengendalian yang sangat baik.

Sejak 11-13 Maret 2019, Wuling Motors mengajak Carreview.id mencoba Wuling Almaz menjelajahi Bandung-Pangandaran hingga kembali ke Tasikmalaya dengan tema acara 'Almaz Smart Journey’.

Ketika tiba di Bandung, kami langsung menguasai lingkar kemudi Almaz. Pengaturan setir yang dilengkapi tilt & telescopic serta pengaturan kursi yang sudah bisa diatur ketinggian dan maju mundur secara elektrik memudahkan kami menemukan posisi mengemudi yang baik.

Melaju di jalan kota Bandung yang macet, kami merasa tidak kewalahan berkat transmisi CVT yang sudah diaplikasikan di Almaz, apalagi setir SUV ini juga terasa ringan sehingga membuat kami mudah membelah kemacetan perkotaan. Selain itu, ketika hendak mencari lokasi berkumpul, kami sangat terbantu dengan headunit layar sentuh yang bisa langsung dikoneksikan ke smartphone kami lewat fitur Wuling link, hal tersebut membuat kami sangat mudah melihat peta lokasi.

Berlanjut ke jalan tol, kami melaju dengan kecepatan 100-120 km/jam dari gerbang tol Pasteur hingga Cileunyi. Yang menarik, ketika kecepatan semakin tinggi, lingkar kemudi Almaz semakin berat, dan hal tersebut membuat pengendalian menjadi lebih stabil. Dan yang pasti, di jalan tol mobil ini terasa powerful, tidak terasa kewalahan ketika kami menyentak pedal gas berulang kali.

Mungkin kendala yang kami hadapi hanya ketika ada jalan bumpy yang membuat kami sedikit melayang. Namun begitu, perasaan suspensi yang memantul yang dirasakan masih dalam batas wajar, dan siapa pun akan berpikir jika suspensi McPherson Strut dengan Coil Spring di depan yang dipadukan dengan Multi-link Independent pada suspensi belakang diatur sedikit lebih keras, maka pengendaraan Almaz bisa dikatakan sempurna.

Keluar tol Cileunyi, Almaz pun mulai mendaki ke arah Tasikmalaya via Nagrek. Ini dia tantangan sesungguhnya. Dimensi bodi dengan panjang 4.655 mm, lebar 1.835 mm dan tinggi 1.760 mm serta wheelbase 2.750 mm, Almaz memang tidak bisa dikatakan kecil. Hal tersebut membuat kami ragu dengan tenaga mesinnya untuk menghela bobotnya, ketika menghadapi tanjakan terjal.

Karena dipersenjatai mesin 1.500 cc turbocharged keluaran Honeywell yang menghasilkan torsi 250 Nm serta dikombinasikan dengan transmisi CVT dari Bosch dengan pilihan mode sport hingga manual 8-percepatan, membuat Almaz terasa tangguh di tanjakan. Kami sempat tidak percaya. Karakternya persis seperti SUV dari pabrikan Eropa yang sudah lebih berpengalaman membuat mobil, tentunya.

Apalagi dengan fitur keselamatan canggih seperti Traction Control System (TCS), Automatic Vehicle Holding(AVH), Hill Hold Control (HHC) hingga Emergency Stop Signal (ESS) membuat pengemudinya akan sangat percaya diri memacu lebih cepat lagi.

Bisa dibilang pengujian pada Media Test Drive kali ini benar-benar dilakukan secara maksimal. Apalagi panitia memberikan tantangan kepada kami untuk secepatnya sampai di tujuan. Dengan begitu, kami mengemudikan Almaz dengan agresif, namun tetap menjunjung tinggi keselamatan berkendara.

Setelah menempuh kurang lebih 6 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Pangandaran. Ketika itu, konsumsi BBM hasil rute kombinasi, tertera 8,5 km/liter pada MID. Hal tersebut terasa sangat baik untuk ukuran SUV medium, dan kami merasa konsumsinya bisa lebih baik jika kami berkendara dengan tidak terlalu agresif.

"Kami berharap pengalaman ini bisa menjawab rasa penasaran akan performa dan beragam fitur modern yang dihadirkan Smart Technology SUV ini, melalui perjalanan jarak jauh dan menantang Almaz yang telah ditunggu rekan-rekan media otomotif," ucap Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors.

 

 

 
Related
Updates

otodriver.com