Bagaimana pendapat Anda mengenai keseruan berburu mobil di zaman lalu?

Berburu Mobil Bekas Zaman Dulu Lebih Seru Dibanding Saat Ini!

 
Berburu Mobil Bekas Zaman Dulu Lebih Seru Dibanding Saat Ini!

Bagaimana pendapat Anda mengenai keseruan berburu mobil di zaman lalu?

Mobil bekas selalu memiliki basis pasar tersendiri. Berbagai hal yang menyebabkan mobil bekas ini tetap memiliki daya tarik tentu karena harga yang lebih bersahabat, dan mampu mendapatkan mobil idaman yang tak lagi diproduksi lagi.

Saat ini, calon pembeli mobil bekas cukup terbantu dengan kehadiran berbagai marketplace berbasis aplikasi online. Di mana, dari waktu  ke waktu layanan ‘showroom’ jual beli ini semakin disempurnakan menjadi lebih lengkap dan lebih mudah diakses.

Proses perburuan mobil yang diinginkan pun menjadi jauh lebih singkat lantaran foto mobil pun ikutan dipajang dan semakin detail. Dengan demikian calon pembeli dengan mudah mencari alternatif mobil lainnya apabila kurang sreg saat melihat tampilan sesaat mobil incarannya.

Bahkan kini tersedia pula layanan inspeksi kendaraan yang membantu calon pembeli untuk mengetahui kondisi riil mobil yang tengah diincarnya. Inspektor seperti halnya OtoSpector yang telah menjadi kerjasama dengan OLX ini akan melakukan inspeksi hingga 150 bagian mobil termasuk softwarenya. Sehingga bagi pembeli awam pun dapat dengan aman menentukan pilihan.

Lepaskan kemudahan-kemudahan yang melekat pada saat ini dan diganti dengan keseruan ‘jaman old’ yang mungkin sedikit sulit dipahami di kondisi saat ini, karenanya Kita akan mundur 10 hingga 15 tahun dari saat ini.

Kehebohan mencari mobil bisa saja terjadi berminggu-minggu sebelum hari perburuan dimulai. Pengecekan harga yang ‘pantas’ dilakukan dengan melihat iklan baris di koran, bisik-bisik dari teman atau berkunjung ke showroom mobil bekas. Dengan rangkuman informasi yang ada muncul harga rata-rata yang dijadikan patokan. “Biasanya, akan muncul harga rata-rata dengan selisih Rp 3-5 juta, tergantung kondisi dan warna mobil,” terang Daddo T Sidharto salah satu konsumen yang lebih gemar membeli mobil bekas, sejak lebih dari  dua dasawarsa silam.

Keseruan sesungguhnya terjadi pada saat hari perburuan, biasanya terjadi di akhir pekan. “Sejak pagi kita sudah persiapkan beberapa sumber informasi, tentu termasuk koran keluaran terbaru. Tandai mobil-mobil yang dicari  dan telpon untuk mendapatkan informasi lebih detail terutama alamat penjual,” sambung pria yang berkarir di bidang perminyakan ini. “Dalam iklan baris sering muncul keterangan Ex Dokter ataupun Ex Wanita, yang mungkin kira-kira mampu memberikan gambaran bahwa mobil tersebut jarang dipakai atau pemiliknya cukup apik dalam pemakaiannya,” gelak pria kelahiran Purwokerto ini.

“Dulu kita bisa dapat dua hingga tiga mobil untuk dicek dan itu memakan waktu seharian,” sambungnya. “Beberapa kali saya harus gigit jari karena mobil yang sedang saya incar sudah ‘diikat’ (down payment) orang lain, saat saya sampai di tujuan," terang bapak anak ini. “Tak jarang 'zonk’ karena narasi yang diberikan diiklan baris berbeda dengan kenyataannya,” kekehnya. “Saya pernah berburu Suzuki Vitara 4x4 EPI hingga 3 bulan lamanya lho dan akhirnya nyerah dengan Suzuki Vitara 4x4 karburator karena tak kunjung dapatkan barang yang sesuai,” gelaknya.

Jelasnya, mencari mobil ‘jaman old’ itu jauh lebih ribet. Selain membuang waktu lebih banyak dan juga harus tenaga lebih besar, tak jarang calon pembeli harus mengajak ‘tenaga ahli’ seperti orang-orang bengkel atau orang yang lebih paham tentang mobil dilibatkan dalam perburuan.

Namun bagi Daddo dan beberapa orang lain beranggapan bahwa perburuan mobil jaman old keseruan dan adrenalin tersendiri, walau saat ini tak lagi dianggap simple. Keseruan pada jaman itu akan sirna seiring dengan perubahan dan kemajuan teknologi yang ada.

 
Related
Updates

otodriver.com