Tak hanya tampilan yang berbeda, fitur-fitur baru yang belum pernah ada pada Triton sebelumnya, melekat pada Triton 2019 ini.

First Drive : Inilah Beberapa Perbedaan Mitsubishi Triton Terbaru vs Versi Sebelumnya

 
First Drive : Inilah Beberapa Perbedaan Mitsubishi Triton Terbaru vs Versi Sebelumnya

Tak hanya tampilan yang berbeda, fitur-fitur baru yang belum pernah ada pada Triton sebelumnya, melekat pada Triton 2019 ini.

Menyambut 40 Tahun pikap L200 Mitsubishi beredar di dunia, Mitsubishi Motors Corporation meluncurkan Mitsubishi Triton terbaru di Thailand, 8 November lalu. Versi terbaru ini tampak benar-benar berbeda ketimbang versi sebelumnya.

Atas undangan PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), carreview.id berkesempatan melihat dan merasakan impresi berkendara dengan Mitsubishi Triton anyar ini di Thailand.

Tampilan baru dengan ciri khas Dynamic Shield
Model sebelumnya dengan desain melancip

Saat peluncuran, sosok Triton baru ini benar-benar tampil berbeda, setidaknya itu kesan pertama ketika melihat pikap double cabin tersebut. Tampang depan, sekilas mirip dengan Mitsubishi Xpander, ditambah Dynamic Shield yang menjadi ciri khas desain Mitsubishi juga melekat erat pada wajah Triton ini.

Tampilan seperti Xpander, memang tak disangkal, karena desainernya sama, yaitu Tsunehiro Kunimoto, yang juga merupakan Vice President, Division General Manager of Design Division Mitsubishi Motors Corporation. Tetapi, susunan lampunya berbeda, pada Triton, lampu utama ada di atas sejajar dengan gril, jika dibandingkan dengan Triton sebelumnya, posisi lampu ini lebih tinggi 10 centimeter.

Masih dikaitkan dengan Xpander, jika pada Small MPV itu  lampu utama berada di bumper, sedangkan pada Triton, posisi tersebut menjadi tempat lampu sein dan lampu kabut (foglamp).

Lantas, Jika diukur dari permukaan jalan, posisi lampu kabut dan sein ini cukup tinggi, yaitu sekitar 70 centimeter, sehingga ketika melewati lumpur atau genangan air, sinar lampunya masih bisa menerangi jalan.

 

Signature Lamp menjadi pelengkap lampu belakang
Bak berlapis Bed Liner sudah jadi pelengkap dari pendahulunya

Sedangkan lampu utama pada Triton, yang menggunakan teknologi Bi-LED Projector, yaitu baik lampu jauh maupun dekat sudah menggunakan LED. Lampu utama ini juga menjadi tempat DRL (daytime running light).

Cukup banyak bukan, perbedaan yang terlihat di depan? Di buritan pun demikian. Terutama ketika melihat Tail light dengan desain berbeda, kali ini bentuknya mengotak, tak lagi tampil dengan lengkungan khas seperti yang digunakan pada Triton di kedua versi sebelumnya. Desain lampu belakang anyarnya ini, boleh dibilang agak sedikit kurang menarik, karena mirip dengan desain lampu belakang D-Cab zaman dulu,  yang umumnya digunakan pada D-Cab bermerek Amerika.

Walaupun begitu, Mitsubishi menempatkan susunan lampu rem, sein dan lampu mundur yang berkesan modern. Ditambah lagi hal kekinian versi Tiga Berlian, dengan ‘signature lamp’ LED yang menjulur ke bawah, mirip lampu belakang pada Pajero Sport, namun dalam versi mini. Disinyalir, lampu ini dibuat untuk memudahkan pengendara lain di belakang melihat Triton dari kejauhan di tengah gelapnya malam.

Masuk ke dalam kabin, pandangan mata langsung disuguhkan dengan dasbor yang berkesan mewah, meski bahan plastik tetap mendominasi. Hanya diberi aksen ‘kulit’ yang tampak berkerut-kerut mirip kulit asli.

Sekilas masih mirip versi lawas, namun setir lebih dinamis
Desain sudah cukup up to date namun minim fitur di lingkar setir

Tetapi, berbagai kelengkapan dihadirkan lebih banyak dari dasbor ini. Seperti panel instrumen yang mudah dibaca dengan TFT Color LCD Multi Information Display dengan animasi 3D, juga pada konsol tengah terdapat LCD Monitor pada Headunit 2-DIN sebagai standar.

Hal yang makin membuat nyaman penumpang di dalam kabin, pengaturan AC Dual Zone yang kini terdapat pada Triton, sehingga suhu udara di dalam kabin kiri dan kanan bisa diatur secara individual. Penumpang belakang juga makin merasakan kesejukan yang lebih baik, dengan Air Circulator, yang menyedot udara dingin dari semburan AC di depan, dan menghembuskannya ke belakang lewat kisi-kisi udara di plafon.

Udara dingin lebih merata dengan Air Circulator
Cup holder dan arm rest menjadi pelengkap baru

 
AC Dual Zone, memberikan perbedaan suhu di kiri dan kanan

 

Pengemudi, mendapat kemudahan yang cukup, melalui pengaturan setir berupa tilt (naik-turun) maupun telescopic (maju-mundur), seperti yang sudah terdapat pada Triton versi sebelumnya. Hanya saja, kali ini ada yang baru disuguhkan untuk pengemudi, yaitu pengaturan kursi pengemudi menggunakan tombol elektrik 8 arah, seperti pada Pajero Sport.

Tak hanya pengaturan jok yang lebih dioperasikan, tetapi posisi jok yang lebih ergonomis sangat terasa pada Triton anyar ini. Kaki mendapatkan sudut yang lebih nyaman saat berkendara.

Saat mencoba duduk di belakang pun, sandaran jok yang cukup landai membuat duduk penumpang lebih nyaman, ruang kaki bertambah lega, ruang kepala pun cukup bebas. Memang, sejak era L200 Strada, Mitsubishi selalu memberikan ‘revisi’ pada ruang belakang ini, baik pada Triton, New Triton, hingga versi 2019 ini. Tujuannya, agar penumpang di belakang tak lagi memiliki kesan berkendara di dalam ‘truk’ dan mampu memberikan kenyamanan layaknya SUV.

Kabin sejuk, sandaran landai, serta ruang kaki lega, ternyata masih belum cukup untuk penumpang di belakang ini. Ada tambahan kelengkapan berupa dua buah konektor USB dan tatakan smartphone di konsol tengah, serta pada sandaran belakang di bagian tengah, terdapat arm rest dengan dua buah cup holder, untuk mendukung kenyamanan berkendara.

Nah, bagaimana impresi mengendarai Triton baru ini, kami mencobanya pada berbagai lintasan yang disediakan. Baik pada trek dengan sudut kemiringan dan tanjakan dari rangkaian besi di kawasan Impact Test Track di MuangThong Tani, maupun lintasan tanah khusus off-road pada 4x4 Spirit Off-road Course dan Colonel 4x4 di kawasan Nakhon Rayok, yang berjarak dua jam perjalanan dari Bangkok.

Di sana terhindang berbagai kondisi jalan untuk dilalui. Mulai jalan tanah, tanjakan terjal, turunan curam serta jalan dengan kemiringan tertentu.

Triton baru ini sudah dilengkapi dengan berbagai fitur baru untuk pengemudi, seperti Hill Descent Control (HDC) yang mampu menjaga kecepatan mobil saat melaju di jalur curam. Ini sangat membantu pengemudi fokus melihat jalan di depan dan mengemudikannya. Tak perlu menginjak rem atau pedal gas, kendaraan akan ‘dijaga’ untuk berjalan pelan di jalan menurunan yang curam. Umumnya, HDC ini akan menahan laju kendaraan dari 6-20 km/jam.

Kontrol traksi juga ditambahkan pada D-Cab baru dari Mitsubishi ini, sehingga menjamin kendaraan akan tetap melaju, meski ada roda yang kehilangan traksi di jalan licin. Komputer akan memerintahkan modul yang juga digunakan untuk Anti-lock Braking System (ABS) untuk menahan putaran roda yang over-spin, sehingga traksi roda berpindah ke sisi roda yang masih memiliki traksi baik.

Pada unit dengan penggerak 4WD dilengkapi dengan fitur Super-Select 4WD, yang diklaim mampu memberikan traksi optimal dan karakteristik handling lebih oke untuk setiap permukaan trek tertentu. Ada juga fitur Easy-Select 4WD, yang menyederhanakan perpindahan antara mode berkendara untuk tiap permukaan jalan yang berbeda.

Fitur Super-Select dan Easy-Select sistem 4WD ini menggunakan mode baru Off-road dengan pilihan pengaturan GRAVEL, MUD/SNOW, SAND dan ROCK, namun selector penggerak harus pada posisi 4LLc (4 WD Low Range dengan Center Locking Differential aktif). Center Differential akan membagi torsi mesin ke gardan roda depan dan belakang degan rasio 40:60.

Pilihan penggerak roda di berbagai kondisi lintasan
Easy-Select mudah dioperasikan dengan tombol
Kenop transfer case versi lawas, tanpa center diff-lock

Tidak sekadar berkendara off-road yang mendapat fitur baru. Improvisasi besar ada di kelengkapan dan fitur keselamatannya. Forward Collision Mitigation (FCM), berupa sensor yang ‘membaca’ jarak dengan kendaraan di depan, dan memberikan peringatan jika sudah terlalau dekat.

Blind Spot Warning (BSW dengan LCA) indicator yang memberi tahu posisi kendaraan lain yang tidak terlihat dari spion, kemudian Rear Cross Traffic Alert (RCTA), yang berfungsi memberikan sinyal pada pengemudi jika ada kendaraan lain di kiri atau kanan yang mendekat, saat berjalan mundur.

Kemudian  Ultrasonic Misacceleration Mitigation System (UMS),  Multi Around Monitor dan sensor parkir sudah hadir di New Triton ini.

Pada sektor mesin, Mitsubishi Triton 2019 menggunakan mesin Mitsubishi 4N15 untuk tipe diesel dan mesin bensin berkode 4G64 dengan teknologi MIVEC, Baik mesin diesel maupun bensin, semuanya berkapasitas 2.400 cc.

Perubahan ada di transmisinya, tak lagi hanya 5 percepatan. Tetapi transmisi otomatik baru dengan 6 percepatan untuk meladeni tenaga 133 kw dan torsi 430 Nm. Transmisi ini memiliki rasio yang lebih rapat, sehingga kendaraan bisa melaju dengan cepat dengan akselerasi halus, serta konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.

Berdasarkan dari pengalaman berkendara di berbagai lintasan buatan dan juga sempat mengendarai di jalur pedesaan, dapat disimpulkan Triton baru ini memiliki handling yang baik, suspensi yang dirasakan lebih baik ayunannya, meski masih menggunakan rancangan Mac Pherson Strut di depan dan per daun di belakang, seperti sebelumnya. Mitsubishi sedikit mengubah racikannya pada suspense belakang, dengan memberikan kapasitas oli lebih banyak pada sokbreker yang lebih besar dari sebelumnya, agar bantingan suspensi menjadi lebih lembut dan tetap stabil.

 
Related
Updates

otodriver.com