Meskipun terbilang kuno, namun masih banyak pabrikan mobil yang masih mengusung sasis tangga. Apa saja keunggulan dan kelemahannya dibandingkan sasis monokok?

Sasis Tangga Vs Monokok

 
Sasis Tangga Vs Monokok

Meskipun terbilang kuno, namun masih banyak pabrikan mobil yang masih mengusung sasis tangga. Apa saja keunggulan dan kelemahannya dibandingkan sasis monokok?

Jika dibandingkan dengan rancang bangun mobil dengan struktur monokok, maka mobil dengan sasis tangga akan terlihat lebih kuno dan ketinggalan jaman.

Hal tersebut karena struktur monokok menawarkan berbagai keunggulan seperti bobot yang lebih ringan, sehingga mobil lebih efisien dalam pemakaian bahan bakar dan diklaim lebih aman karena memiliki crumple zone yang lebih baik dibandingkan mobil dengan sasis tangga.

Namun demikian, tak sedikit pabrikan yang masih mempertahankan sasis tangga sebagai tulang punggung rancang bangun kendaraannya.

Seperti dikutip dari carthrottle.com, alasan pabrikan mobil mempertahankan struktur sasis tangga lantaran memiliki keunggulan saat diperuntukkan bagi kendaraan kerja berat dan off-road. Oleh karena itu, beberapa ikon kendaraan segala medan seperti Jeep Wrangler, Suzuki Jimny, Mercedes-Benz G Wagon dan berbagai pick-up belum bisa meninggalkan struktur kuno ini.

Sasis tangga menggunakan bahan besi tebal dan terkoneksi dalam wujud rangkaian struktur yang berdiri sendiri. Semua rangkaian sistem suspensi, mesin hingga transmisi ditanam pada sasis dan tidak menjadi satu dengan bodi. Antara sasis dan bodi terhubung melalui bodi mounting yang juga berfungsi untuk menyerap getaran dan guncangan.

Dikarenakan sasis dan bodi terpisah, maka jenis mobil sasis tangga lebih mudah diperbaiki dan dimodifikasi. Sedangkan untuk mobil monokok, konstruksinya menggunakan plat-plat tipis yang disatukan membentuk frame dan bodi kendaraan. Hasilnya cukup signifikan memangkas bobot dan lebih presisi dari segi pengendaraan. Hanya saja tidak sekokoh sasis tangga dalam dalam melahap medan-medan berat ataupun off-road dan juga kurang ideal untuk dipergunakan untuk menarik beban berat.

Dalam hal modifikasi khususnya untuk kendaraan off-road, sasis tangga jauh fleksibel. Rombakan mesin, kaki-kaki dan juga rombakan bodi lebih mudah dilakukan, bahkan hingga tahapan yang ekstrem sekalipun. Sedangkan pada mobil monokok hal ini lebih sulit dan membutuhkan effort lebih banyak.

konstrukis monokok memiliki crumple zone untuk menyerap benturan saat terjadi kecelakaan
Sasis tangga kokoh dan ideal untuk mobil pekerja serta medan berat

Jadi, Anda lebih tertarik mobil bersasis monokok atau sasis tangga?

 
Related
Updates

otodriver.com