Car Review Indonesia

 
 
Komparasi Big Sedan : Mazda6 vs KIA Optima vs Toyota Camry Group Review
| 02 March, 2016
 
 

Komparasi Big Sedan : Mazda6 vs KIA Optima vs Toyota Camry

 

Ketiga Big Sedan yang paling kompetitif di Indonesia ini kami pertemukan,masing masing memiliki keunikan. Manakah yang paling sesuai dengan kebutuhan moda transportasi Anda

Duo donburi dan satu bibimbap (makanan Jepang dan Korea yang berbasis nasi) ini kami komparasi untuk mencari kelebihan dari tiap parameter yang ada pada Toyota Camry 2.5 V, Mazda6 Red Soul dan KIA Optima Option.

Ketiga sedan berbadan besar ini pun bagaikan makanan sehari hari untuk para eksekutif yang bisa dibilang memiliki sudut pandang berbeda dalam memilih mobil. Nah, perlu diingat, sebenarnya di pasaran masih beredar juga Honda Accord dan Hyundai Sonata, tapi ketiadaan unit tes dari masing-masing APM membuat mereka absen pada komparasi kali ini.

Desain

Mazda 6               : ***

KIA Optima         : **

Toyota Camry    : **

Desain Kodo dari Mazda terlihat sangar tapi tetap elegan
Body bongsor dengan atap Panoramic merefleksikan kememahan KIA
Peremajaan tampilan membuat Camry tampil kian mewah

 

Mazda menggodok betul sentuhan garis bodi pada mobil yang pertama diluncurkan pada 2013 ini. Di tangan Akira Tamatani, ia terapkan betul pakem Kodo Design-Soul of Motion. Tampilan yang bergairah sporty, datang dari bentuk gril depan besar trapezodial dengan aksen krom menyatu dengan bentuk lampu depan menyipit. Paduan kedua bagian itu membuatnya tidak kehilangan sisi elegan.

Sisi futuristik Mazda6 ditunjukkan dengan DRL LED berbentuk tapal kuda yang terdapat di dalam lampu utama berteknologi sama. Agar kian modern, Mazda melengkapi lampu LED yang membentuk garis bagian bawah gril. Siapapun akan setuju jika melihat Mazda 6 pada malam hari layaknya sebuah mobil futuristik.

Berkat campur tangan mantan desainer Audi, Peter Schreyer, KIA Optima disulap menjadi semakin bergaya sedan Eropa, buritan sportyyang pendek menjadi ciri khasnya. Garis bodi yang mengalir dari depan ke belakang mempertegas dimensi sedan besar ini. 

Urusan penerangan seharusnya bisa tampil lebih elegan jika lampu utama  sudah dilengkapi xenon HID. Sementara, DRL sepanjang sisi atas rumah lampu dan foglamp LED membuat tampilan yang tak kalah futuristis dengan Mazda6. LED pun turut menghiasi lampu belakang dan memiliki bentuk yang unik, harus diakui memang tampilan belakangnya mirip Audi. Sepertinya langkah KIA menggandeng Peter sukses dan membuatnya mudah diterima tak hanya untuk pasar Eropa.

Toyota merevisi banyak hal pada desain Camry. Bentuk lampu dan seisinya terlihat lebih modern. Mulai dari lis krom diatas garis lampu utama, aplikasi lampu utama xenon HID serta DRL LED pada bagian bawah rumah lampu.

Aksen krom datang tidak hanya dari lampu melainkan sepanjang gril di bagian kap motor pun diberikan aksesoris berkilau ini. Rongga bawah bumper yang besar, turut diberikan aksen krom agar Camry tetap terjaga nilai kemewahannya.

Akomodasi

Mazda 6               : ***

KIA Optima         : **

Toyota Camry    : ***

Warna putih mendominasi kabin Mazda 6
Ruang penumpang paling lega di kelasnya
Tombol mudah digapai dengan desain dasbor wrap around

Ketiga sedan berpostur besar ini memiliki tingkat kelegaan yang mirip. Bagi yang gemar menyetir sendiri, Mazda6 memang lebih nyaman daripada kedua kontestan. Apalagi pada sisi penumpang belakang hanya sedikit tersisa ruang kaki bagi yang berpostur 170 cm keatas. Namun masih belum mengurangi rasa nyaman saat duduk. Sebaliknya, ruang kepala malah lebih tersedia luas.

Bagi penggemar jasa supir, silahkan nikmati berada di jok belakang Camry yang paling nyaman di antara ketiganya. Selain legroom yang masih menyisakan jarak lebih dari cukup, ruang antara kepala dan atap pun masih terpaut lumayan jauh. Kontur jok yang pas di punggung sungguh asyik untuk melepas lelah pasca-bekerja.

Saat duduk di KIA Optima ada satu keunikan yang tidak dimiliki oleh kontestan lain. Desain dasbor wrap-around ditata mendekat kepada pengemudi dengan sudut kemiringan 9,6 derajat, hal ini bertujuan agar pengemudi dengan  mudah mengakses panel-panel pada bagian tengah dasbor.

Ruang pengemudi memang mudah disesuaikan sesuai kebutuhan dengan mengatur joknya, apalagi tata letak kabinnya sangat mendukung. Sedangkan untuk penumpang belakang bentuk atap yang melandai justru mengurangi ruang kepala. Tetapi, di antara ketiganya, ruang bagasi KIA Optima paling luas.

Kenyamanan

Mazda6                : **

KIA Optima         : **

Toyota Camry    : ***

Camry andalkan jok ergonomis yang nyaman diduduki
Minim fitur jok elektrik pada Optima
Jok model semi bucket Mazda 6 mampu meredam pergeseran tubuh saat bermanuver

 

Pada Camry generasi terbaru ini terasa benar perubahannya. Saat reviewer yang memiliki bobot tubuh di atas rata-rata melakukan pengetesan perjalanan dalam kota, rasa nyaman turut hadir dari suasana mewah berkat kombinasi balutan kulit berwarna beige dan panel dasbor beraksen kayu.

Duduk di atas jok yang kini lebih lebar, memang terasa jauh lebih nyaman dari sebelumnya. Busa jok yang dibuat sedikit lebih tebal menghasilkan kenyamanan saat melintasi jalan bergelombang. Meski karakter suspensi Camry terbaru ini lebih keras, tetapi cenderung menjadi lebih enak ditumpangi saat melintasi jalanan jelek. Rebound suspensi yang lebih rigid mampu menjaga bobot sedan seberat 1.625 kg agar tidak terlalu berayun.

Mazda6 memliki rasa yang lain lagi, saat melintasi jalanan bergelombang agak terasa guncangan dari bodi sepanjang 4.865 mm ini meski tak sampai mereduksi kenyamanan. Ini tentu imbas dari konstruksi bodi dan rangka SKYACTIV yang berbobot kurang sedikit dari 1,5 ton.

Kontur jok beraura sport nyaman memeluk tubuh pengemudi. Bahan jok kulit yang halus pun tidak membuat punggung panas bersandar. Berkat jok yang paling ergonomis pada komparasi kali ini, Mazda6 kami daulat sebagai mobil paling nyaman untuk dikemudikan.

Dengan bantingan suspensi yang empuk, KIA Optima memang terasa nyaman.Baik ketika Anda mengemudi maupun saat berperan sebagai penumpang. Walau memiliki karakter suspensi yang lembut tetapi masih bisa diandalkan saat diajak meliuk pada kecepatan sedang. Namun guncangan sedikit terasa saat melibas jalanan tidak rata.

Sedikit catatan bahan jok menggunakan kombinasi kulit dan semikulit tentu bukan yang terbaik. Apalagi meski posisi duduk pengemudi mudah disesuaikan namun materialnya busa joknya terasa sedikit keras.

Kepraktisan

Mazda6                : **

KIA Optima         : **

Toyota Camry    : ***

Tersedia banyak ruang penyimpanan pada Camry
Laci kecil di Mazda 6 ini berfungsi untuk menyimpan kartu parkir atau koin
Tutup cup holder Optima model slide, mengingatkan pada sedan mewah Eropa

 

Toyota Camry hadir dengan banyak tempat untuk meletakkan barang bawaan kecil maupun tempat botol minuman. Terdapat dua laci penyimpanan berdimensi besar dan dua laci penyimpanan kecil tertutup pada big sedan ini. Lima penumpang dalam kabin pun mampu membawa sepuluh botol minuman tanpa ada yang tidak kebagian tempat.

Sementara Mazda6 memiliki total tiga buah laci tertutup yang terdiri dari dua buah berukuran besar dan sisanya hanya diperuntukkan meletakan koin atau karcis parkir. Terdapat delapan buah cup holder yang disediakan bagi para penumpang.

KIA Optima memiliki jumlah kepraktisan yang sama dengan Mazda6, peletakan cup holder di bagian konsol tengah pun mirip, didesain menggunakan tutup yang bisa digeser untuk membukanya. Dua laci tertutup dan sebuah laci terbuka hadir pada kabin big sedan asal negeri Ginseng ini.

Handling

Mazda 6               : ***

KIA Optima         : **

Toyota Camry    : **

 

Untuk mobil dengan harga di kisaran  setengahmilliar rupiah,handlingmerupakan salah satu hal yang harus diperhatikan.  Mazda6 yang didukung bobot paling ringan dan menggunakan pelek berdiameter 19 inci, dibalut ban berprofil tipis,memiliki tingkat presisi pengemudian paling baik.Respon kemudi terasa pas dan tak ada feedback berlebih atau bahkan kurang ketika roda diarahkan di berbagai tingkat kecepatan.

KIA Optima yang memiliki panjang hanya 4.845 mm merupakan yang terpendek dibanding keduanya. Penggunaan pelek berdiameter 18 inci membantu tingkat keakuratan kemudi menjadi lebih baik. Nah, ada yang sedikit lucu dari mode berkendara yang diberikan KIA.Masuk ke dalam mode sport maka pergerakan setir akan menjadi lebih rigid, di mode lainnya kemudi akan lebih ringan namun terasa justru kehilangan responnya. Oh iya, saat mode sport ini diaktifkan karakter putaran mesin juga sedikit meningkat namun tidak memberikan tenaga tambahan yang signifikan. Hanya karakter transmisi saja sedikit berbeda.

Walau hanya menggunakan pelek berdiameter terkecil di kelasnya, Toyota Camry tidak kehilangan tingkat kepresisian dari handling-nya. Didukung oleh struktur suspensi yang berkarakter keras turut mendukung pengendalian ketika mobil diajak bermanuver. Saat meliuk di kecepatan tinggi pun, gejala body rollterasa minim.

Performa

Mazda6             : ***

KIA Optima        : *

Toyota Camry    : **

Dengan teknologi SkyActiv, konsumsi bahan bakar tetap hemat tanpa mengurangi performa
Teknologi dual VVT-I mampu memberikan performa ideal di tiap rentang rpm
Optima memiliki kapasitas mesin paling kecil dikelasnya

Dengan menggunakan konfigurasi jumlah silinder yang sama dan kapasitas mesin hampir mirip, Mazda6 menghasilkan tenaga paling besar yakni 187 dk. Sehingga lebih unggul dalam performa mesin dan konsumsi BBM. 

Akselerasi tercepat dicapai Mazda6 dengan 8,5 detik untuk mencapai 100 km/jam dari posisi diam. Sementara Toyota Camry dengan mesin 2AR-FE Dual VVTiyang mengeluarkan tenaga maksimal 181 dk, mampu meraih waktu 10 detik saat berakselerasi 0-100 km/jam. KIA Optima yang memang memiliki kapasitas mesin lebih kecil 2,359 ccmembutuhkan waktu 11,3 detik.            

Kapasitas mesin yang lebih kecil membuat KIA Optima sedikit lebih unggul dalam hal efisiensi dari Mazda 6, keduanya hanya terpaut sedikit ketika diajak berhemat bahan bakar di dalam kota. Jika KIA Optima mampu menempuh 10,5 kmuntuk seliter bensin, Mazda6 hanya mencapai  10,3 km. Sementara Toyota Camry melahap 9,4 km untuk setiap liter bahan bakarnya.

Ternyata berbeda hasil dengan pengukuran untuk konsumsi bahan bakar saat diajak cruising di jalan bebas hambatan. KIA Optima yang berselisih 100 cc dari keduanya melahap bensin lebih banyak dari duo Jepang. Sedan itu hanya mampu mencapai 14,7 km untuk seliter bahan bakar pada jalan tol. Sementara Toyota Camry dapat menempuh 15,5 km untuk mengurangi seliter bahan bakar pada tanki. Nah, disini SKYACTIV Mazda6 patut dipuji,ia menjadi yang teririt dengan konsumsi bensin di level 17,2 km/l.

Fitur

Mazda 6               : ***

KIA Optima         : **

Toyota Camry    : **

Kenop MZD Control, tombol Parking Brake dan selector mode transmisi mudah diakses di Mazda 6
Headunit layar besar dengan fitur hand gesture pada Camry
Dual Panoramic Roof Optima, keren walau kurang cocok di iklim tropis

 

Sulit memang untuk menyaingi Mazda6 dalam urusan fitur, teknologi SKYACTIV-nya merambah ke seluruh anatomi mobil. Sekurangnya 30 fiturhadir pada sedan berwarna Red Soul ini, bisa dibilang fitur yang terdapat pada Camry dan Optima juga ada pada Mazda 6.

Sebaliknya beberapa fitur tercanggih seperti Smart City Braking System, Lane Departure Warning System, Lane Keep Assist System dan Adaptive LED Head Lamp, Electronic Parking Brake tak dimiliki oleh para pesaingnya. Semua fitur canggih Mazda6 bisa diakses dengan mudah via kenop Command Controller yang menjadi pusat kendali MZD Connect pada bagian tengah konsol.

Ragam fitur canggih juga diberikan KIA untuk para konsumen Optima. Sebut saja panoramic sunroof ala mobil Eropa terdapat pada bagian atap, keyless entry yang canggih yang membuka spion dan menyalakan lampu kabin begitu pemilik mendekat sembari membawa kunci.Jok elektrik pun yang akan aktif bergerak untuk memberikan ruang lebih ketika mobil dinyalakan dan dimatikan. Sejujurnya, reviewer yang bertubuh tambun sangat menyukainya karena jadi mudah keluar-masuk, hehe.. Namun cukup disayangkan jok elektrik hanya hadir di sisi supir Optima, jok bagian kiri hanya bisa disetel secara manual.

Meski lebih sedikit, namun Camry memanjakan penumpangnya dengan fitur yang tak kalah canggih. Entertainmentsystemsudah berbasis Android yang mampu berselancar di dunia maya dengan mudahnya. Cukup koneksikan dengan modem internet, maka perjalanan pun akan kaya hiburan dari headunitterbesar di kelasnya dengan fitur air gesture.

Wireless charger untuk ponsel kesayangan pun tersedia pada centre console box kala baterai smartphonetiris. Sedikit keunikan pada sedan bongsor lansiran Toyota ini, ada penyetelan jok elektrik pada bagian bahu kursi penumpang sebelah kiri depan agar sang juragan tak repot mendapat kabin lapang.

Kesimpulan

 

Mazda 6  hadir dengan mengusung paket kecanggihan yang sebagian besar tak dimiliki oleh para pesaingnya. Bahkan, rasanya sulit ditemui di mobil lain dengan harga serupa, wajar saja dikelasnya Mazda 6 dibanderol Rp 100 juta lebih mahal. Namun saat memasuki kabinnya Anda akan langsung menilai ini adalah big sedan tercanggih.

Sebagai pemain terlama sedan berdimensi besar, rasanya Toyota sudah banyak makan asam garam. Sehingga walau tidak terlalu banyak fitur dan kelebihan yang tersemat, Camry faktanya lebih banyak diterima di pasaran.

Mengubah pakem desainnya menjadi European Style, membuat pasaran KIA memang lebih laris di belahan dunia sana. Namun dengan segala fitur dan kemampuan yang diusungnya membuat mobil ini cukup fun to drive untuk jalanan Tanah Air.

Layar navigasi sekaligus audio dan pengontrolan pada Mazda 6
Enam buah speaker lansiran Bose, kualitas suara terdengar empuk di telinga

 

Wireless charger ponsel berguna saat perjalanan jauh
Tombol elektrik di sisi samping kursi penumpang depan, mudah dijangkau oleh penumpang belakang

 

Rancangan dasbor KIA Optima, cukup memudahkan akses dari pengemudi

 

Tag : #group review  #big sedan  #komparasi 

Share this article

Updates

Car Review

Tentang CarReview.id

Car Review, disajikan bagi pengguna dan calon pengguna mobil di Indonesia. Di antara sekian banyak pilihan dan ragam mobil, kami mengerti kebutuhan Anda akan informasi yang detail terhadap mobil pilihan. Untuk itu kami memberikan referensi komparatif tentang seluk beluk mobil di Indonesia.. [lanjut]