Jika Anda ingin berhemat dengan memilih mengganti sokbreker copotan ataupun stok lama, berikut cara-cara yang harus diperhatikan untuk mengecek kondisi sokbreker masih bagus atau tidak.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Memilih Sokbreker Bekas atau Stok Lama

 
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Memilih Sokbreker Bekas atau Stok Lama

Jika Anda ingin berhemat dengan memilih mengganti sokbreker copotan ataupun stok lama, berikut cara-cara yang harus diperhatikan untuk mengecek kondisi sokbreker masih bagus atau tidak.

Penggantian sokbreaker memang sangat dianjurkan menggunakan komponen yang baru. Karena selain masih berfungsi dengan baik, garansi apabila ada kerusakan pada sokbreker relatif lebih mudah dilakukan.

Sayangnya, menggelontorkan mahar untuk membeli sokbreaker baru memang cukup memberatkan hati. Alasannya tentu karena harga part tersebut tergolong cukup mahal.

Namun, saat ini sudah ada solusi yang bisa membuat kantong Anda tersenyum. Yap, salah satunya dengan memilih sokbreker stok lama (New Old Stock/NOS) atau malah sokbreker bekas.

Harga yang ditawarkan barang NOS atau sokbreker bekas pasti jauh di bawah harga baru. Meski begitu, bukan hal yang mustahil kita mendapatkan barang dalam kondisi masih sangat bagus.

“Sokbreker NOS atau bekas biasanya memiliki kondisi yang tidak semulus penampilan sokbreker barunya. Jangan khawatir, karena yang terpenting adalah kinerja sokbreker tersebut masih sempurna dan baik,” jelas Edward Daniel dari Bengkel MMC di bilangan Pejaten Jakarta Selatan.

Nah, kali ini Carreview.id coba memberikan bocoran, apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih sokbreker NOS atau bekas.

1. Cek kebocoran sil sokbreker. Perhatikan pada badan sokbreker tersebut terlebih di bagian as, apakah terdapat rembesan oli. Pastikan bahwa bagian tersebut kering dari oli sebagai tanda tidak ada kebocoran sil.

2. Cek tekanan oli pada sokbreker. Beberapa jenis sokbreker dengan karakter yang berbeda, sokbreker low pressure ditekan relatif lebih ringan daripada high pressure. Sokbreker low pressure single action akan terasa berat pada saat dilakukan tes tarik, bukan tes tekan, sedangkan double action akan terasa berat saat ditekan dan akan berbalik sendiri secara otomatis. Sokbreker high pressure akan lebih berat saat ditekan dibandingkan versi low pressurenya. Dan sangat jarang ditemui sokbreker high pressure dengan sistem single action.

3. Cek kelurusan sokbreker. Kondisi sokbreker yang baik adalah lurus sejajar antara tabung ataupun penutup batang asnya. Biasanya terjadi bengkok pada asnya. Dan hal tersebut menunjukkan bahwa sokbreker tersebut tidak bisa lagi dipergunakan.

 

Thanks to:

MMC
Jl Raya CondetPejaten No. 1 Jakarta Selatan
Telp: (021) 798.6825

 
Related
Updates

otodriver.com