Penggantian air radiator maupun radiator coolant wajib dilakukan, supaya kinerja mesin tetap optimal.

Mengganti Air Radiator Yang Tepat

 
Mengganti Air Radiator Yang Tepat

Penggantian air radiator maupun radiator coolant wajib dilakukan, supaya kinerja mesin tetap optimal.

Air radiator bertugas menjaga mein mesin agar bekerja dalam suhu ideal, sehingga hasil kerjanya optimal.

Namun perlu diketahui, bahwa cairan di dalam sistem pendingin tersebut memiliki masa waktu tertentu, sehingga perlu diganti secara berkala.

“Air radiator wajib diganti dan dikuras secara rutin supaya proses pendinginan pada mobil dapat bekerja dengan optimal,” jelas Edward Adinata dari Razer Workshop di bilangan Permata Hijau Jakarta Barat.

“Umumnya kita temui dua tipe pengguna yakni yang menggunakan (radiator) coolant atau air biasa. Keduanya harus dibedakan dalam jadwal penggantian air radiatornya,” lanjut pria bertubuh bongsor ini.

“Air biasa sebaiknya diganti setiap 20.000 km, sedangkan untuk radiator coolant bisa diganti setiap 40.000 km dan bahkan ada yang merekomendasikan hingga 70.000 km,” jelasnya.

Namun demikian, Edward menjelaskan perlu melihat fisik air juga untuk menentukan waktu penggantian airnya.  “Coba cek air radiator dan pantau warnanya. Jika keruh dan terkontaminasi dengan warna karat, maka bisa segera diganti dan dikuras.

Sementara untuk pengguna radiator coolant, waktu penggantian berdasarkan jarak tempuh, lantaran pada umumnya tak ada perubahan warna di cairan tersebut.

Berikut tips menguras air radiator dan mengisi cairan coolant.

Jika mesin dalam keadaan dingin, nyalakan mesin sekitar 3-5 menit agar cooling system berputar. Tujuannya supaya kotoran tidak mengendap di bagian bawah.

Buka tutup radiator dan lanjutkan dengan buka lubang pembuangan pada radiator, biarkan air keluar beberapa saat dan tutup kembali.

Hidupkan mesin hingga thermostat terbuka. Hal ini bisa terlihat dari gerakan air yang bersirkulasi ketika kita melihatnya dari lubang tutup radiator.

Matikan mesin dan diamkan sekitar 10-15 menit. Buka kembali lubang pembuangan pada radiator. Lakukan berulang kali langkah pengurasan sampai kondisi air terlihat bening.

Berlanjut ke pengisian coolant, masukkan coolant dalam kondisi mesin nyala. Mainkan pedal gas hingga kisaran 2.000 rpm.

Dengan putaran mesin di kisaran tersebut, maka air akan bersirkulasi lebih cepat dan bertujuan menghilangkan gelembung udara yang terjebak dalam sistem pendinginan mesin.

Pantau pada lubang pengisian radiator dan pastikan bahwa tidak ada gelembung udara. Air yang nampak mengalir pada radiator menjadi tanda proses penggantian sudah selesai.

 
Related
Updates

otodriver.com