Meski berteknologi canggih, namun ada saja kelemahan dari fitur keyless system ini. Bahkan, sudah ada korban jiwa akibat kelemahan fitur tersebut.

Fitur Keyless, Canggih Tapi Telah Telan 28 Nyawa. Kok Bisa?

 
 Fitur Keyless, Canggih Tapi Telah Telan 28 Nyawa. Kok Bisa?

Meski berteknologi canggih, namun ada saja kelemahan dari fitur keyless system ini. Bahkan, sudah ada korban jiwa akibat kelemahan fitur tersebut.

Kemunculan fitur keyless entry tengah naik daun saat ini. Fitur ini dinilai canggih karena menyuguhkan kepraktisan dan kemudahan. Selain itu, keyless menjadi bagian dari fitur anti thief alias anti maling berkat kode rumit yang dimilikinya. Namun, siapa sangka bahwa hingga detik ini, fitur tanpa anak kunci ini justru telah merenggut 28 jiwa menurut data pihak berwenang di Amerika.

Diwartakan New York Times (13/05),selain korban meninggal, terdapat 45 orang lainnya yang terluka, bahkan beberapa diantaranya mengalami kerusakan otak. Korban meninggal dan luka ini disebabkan oleh karbon monoksida yang dipancarkan kendaraan dengan sistem keyless ignition.

Tragedi ini terjadi karena pengemudi teledor, lupa tidak mematikan mesin saat mobil berada di dalam garasi. Mereka tidak menyadari bahwa mobilnya masih dalam kondisi nyala saat ditinggalkan.

Kejadian ini menjadi perhatian khusus bagi National Highway Traffic Safety Administrator (NHTSA) yang banyak mengatur mengenai regulasi kendaraan yang dijual di negeri Donald Trump ini. NHTSA menyerukan bahwa harus ada sesuatu yang bisa mengingatkan pengemudi bahwa kendaraannya masih menyala. Namun sayangnya, aturan baru ini banyak menuai kontra dari pabrikan kendaraan.

Ford merupakan salah satu pabrikan yang sudah melengkapi peranti khusus yang akan mematikan mesin kendaraan apabila kunci fob (fob key) tidak berada di dalam mobil.

Berhati-hatilah kejadian ini bisa saja terjadi di Indonesia.

 
Related
Updates

otodriver.com