Laboratorium ini ditujukan untuk mempersempit kesenjangan antara teori ilmu terapan di dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Ini Alasan Toyota Sumbang Laboratorium Manufakturing untuk UI

 
Ini Alasan Toyota Sumbang Laboratorium Manufakturing untuk UI

Laboratorium ini ditujukan untuk mempersempit kesenjangan antara teori ilmu terapan di dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Dunia pendidikan mendapat perhatian besar dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), salah perwujudannya adalah aktifitas Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang bertajuk “Toyota Berbagi Ilmu”.

Toyota kembali mendonasikan satu buah laboratorium lean manufacturing kepada Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia (UI). Penyerahan simbolis laboratorium lean manufacturing ini dilakukan oleh Wakil Presiden Direktur TMMIN, Edward Otto Kanter kepada Kepala Departemen Teknik Industri UI, Dr. Ing. Amalia Suzianti disaksikan oleh Kepala Laboratorium Sistem Manufaktur, Prof. Dr. Ir. T. Yuri M. Zagloel, M.Eng.Sc bertempat di Fakultas Teknik Industri, UI, Depok, Jawa Barat. Laboratorium lean manufacturing ini nantinya akan digunakan untuk praktikum mata kuliah logistic manufacturing.

“Industri yang kuat dan berdaya saing tinggi harus didukung oleh SDM yang berkualitas. Kami yakin bahwa kunci kesuksesan masa depan industri nasional bertumpu pada generasi muda yang memiliki karakter dan keterampilan industri. Untuk itulah kami berkomitmen untuk mendekatkan dunia industri dengan dunia pendidikan agar sedini mungkin generasi muda Indonesia dapat mempelajari kondisi nyata sebuah operasi industri”, ungkap Edward Otto Kanter dalam siaran persnya, (05/06).

Sebelumnya pada 2014 silam, Toyota juga telah mendonasikan sebuah laboratorium lean production system kepada Fakultas Teknik Industri UI. Donasi ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih dalam menanamkan budaya, karakter dan keterampilan di bidang industri manufaktur otomotif.

Kedua laboratorium yang merupakan replika sistem produksi dan manufaktur ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kondisi sebuah industri otomotif kepada para calon engineer dengan tujuan mempersempit kesenjangan antara teori ilmu terapan di dunia pendidikan dengan dunia kerja.

 

 
Related
Updates

otodriver.com