Mazda lebih fokus mengembangkan mesin bensin ramah lingkungan dibandingkan Electric Vehicle (EV). Apa alasannya?

Mesin Bensin Lebih Rendah Emisi Dibanding EV, Ini Kata Mazda

 
Mesin Bensin Lebih Rendah Emisi Dibanding EV, Ini Kata Mazda

Mazda lebih fokus mengembangkan mesin bensin ramah lingkungan dibandingkan Electric Vehicle (EV). Apa alasannya?

Tak seperti pabrikan mobil lainnya yang begitu gencar memperkenalkan kendaraan hybrid dan elektrik, Mazda justru masih mengambil langkah ‘konvensional, dengan melakukan pengembangan lebih mendalam pada mesin berbahan bakar fosil.

Mazda mengatakan kendaraan listrik tak sepenuhnya bersih sebagai kendaraan bebas polusi. Faktanya pabrik pembuat baterai dan pembangkit listrik 2/3 masih mengandalkan bahan bakar fosil.

Dalam perhitungan Mazda, mobil listrik berukuran menengah membutuhkan 20 kWh listrik untuk tiap 100 km (62 mil). Pabrikan yang bermarkas di Hiroshima ini mengatakan bahwa hal ini lebih buruk daripada kendaraan emisi kendaraan bensin (156 g / km) atau LPG (100 g / km).  Artinya polusi yang terjadi di jalanan dipindahkan ke areal pabrik ataupun industri pembangkit listrik. 

Seperti dilansir oleh carscoops (13/03), dalam upaya memperkecil emisi maka Mazda pun meluncurkan teknologi terbaru yakni SkyActiv-X tahun depan. Teknologi ini mengatur pengapian, mengoreksi kompresi sehingga membuatnya lebih ramah lingkungan daripada kendaraan listrik. Mazda mengklaim bahwa teknologi yang diasup pada mesin bakarnya ini akan memiliki emisi lebih kecil dari kendaraan listrik.

Namun demikian, bukan berarti Mazda alergi pada teknologi mobil listrik dan hibrid. Perusahaan ini berencana mengenalkan kendaraan listrik dan teknologi hibrida ringan pada 2019. Enam tahun kemudian, pada 2025, perusahaan tersebut akan menawarkan plug-in hybrid.

 

 
Related
Updates

otodriver.com