Di sekeliling tunggangan anyar, terlihat sosok yang seolah immortal (tak bisa mati), yaitu Mitsubishi L300, yang sudah hampir empat dasawarsa menjadi saksi perjalanan perekonomian bangsa.

Mitsubishi L300 : Penghuni Immortal di GIICOMVEC 2018

 
Mitsubishi L300 : Penghuni Immortal di GIICOMVEC 2018

Di sekeliling tunggangan anyar, terlihat sosok yang seolah immortal (tak bisa mati), yaitu Mitsubishi L300, yang sudah hampir empat dasawarsa menjadi saksi perjalanan perekonomian bangsa.

Diantara ratusan kendaraan yang dipamerkan pada arena GIICOMVEC 2018. Terdapat satu wajah lawas, penghuni stand Mitsubishi, yaitu Colt L300. Kendaraan ini seolah menjadi saksi sejarah perekonomian bangsa seiring kemunculannya yang hampir empat dasawarsa di Indonesia.

Mitsubishi L300 tak bisa dipungkiri bahwa menjadi salah satu kisah tersendiri pada sejarah transportasi Indonesia. Jenis mobil ini dengan mudah dapat ditemui hampir di seluruh pelosok tanah air dan cukup erat dengan transportasi barang dan penumpang umum.

Kehadirannya merupakan penerus tongkat estafet dari Colt T120 ‘eng ing eng’ yang cukup melegenda sebelumnya, yang muncul pada tahun 1971.

Menilik dari sejarah panjangnya, mobil Cabin On Engine (COE) ini mengawali kiprahnya pada 1981 silam, atau telah berumur 37 tahun tetapi tidak seperti kendaraan penumpang yang kerap berganti model facelift maupun major change, L300 hanya mengalami perubahan minor pada bagian eksteriornya.

Bahkan, sejak kemunculan pertama kali hingga saat ini, tetap menggunakan tuas persneling di batang setir (steering column shifter) demi daya angkut penumpang agar muat tiga orang.

Namun, meski tampilan tak banyak berubah, penggunaan mesin sebagai sumber tenaga sudah beberapa kali mengalami perubahan. Mesin bensin 4G33, 1.400 cc menjadi mesin perdana, kemudian performanya ditingkatkan dengan mesin berkapasitas lebih besar yakni 4G32, yang berkapasitas 1.600 cc.

Konsumsi bahan bakar yang tak terlalu irit, membuat mobil ini mengalami penurunan penjualan. Strategi pun dilakukan, dengan menggunakan mesin berbahan bakar solar yang lebih efisien.

Varian bermesin diesel ini mulai menggelinding pada 1984. L300 penenggak solar ini dipersenjatai dengan mesin diesel 4D55, berkapasitas 2.300 cc yang tentunya lebih efisien ketimbang mesin bensin.

Lantas, tepat di tahun 1988, untuk meningkatkan kemampuan dan daya angkut, mesin diesel dengan kapasitas lebih besar digunakan, yaitu 4D56 (2.500 cc). Mesin inilah yang kemudian tetap dipertahankan hingga saat ini.

Penjualan L300 di Indonesia masih cukup menggembirakan bagi produsennya. Berdasar data GAIKINDO, wholesales di 2017 (Januari-Desember), L300 masih perkasa dengan angka penjualan 20 ribuan unit.

Balik ke sejarah Mitsubishi L300, kendaraan ini pada dasarnya merupakan bagian dari keluarga Mitsubishi Delica (L200 Van). Tepatnya merupakan generasi II yang mulai diperkenalkan di Jepang pada 1979. 

Selain Indonesia, Mitsubishi L300 yang nyaris tak terjamah peremajaan desain ini pun masih diproduksi di Filipina. Hanya saja pemasaran Mitsubishi L300 di negeri Pinoy ini baru dimulai pada 1987.  

Generasi awal L300
Interior abadi dengan desain column shifter 

 

 
Related
Updates

otodriver.com